Share

SIAPA

**

“pwing?” seperti itulah isi pesan dari kontak bernama piu di handphone Mas putra yang di terima pada pukul 00.03.

Rasa dingin yang tadinya menembus tulang kini hilang berganti dengan rasa panas dan pedih di hati.

“Siapa perempuan ini? Ah apakah benar dia perempuan? kenapa namanya piu? Apa dia pemilik parfume victoria secret itu? Apa dia juga yang menemani Mas putra di coffeshop solo malam itu? Apakah perempuan ini juga yang kemarin bersama Mas putra sebelum membelikanku roti kukus? AHHHHHH!!!!” Teriakanku dalam hati.

Sebelum akhirnya kesadaranku kembali, aku menarik nafas dan berusaha untuk tetap tenang. aku berpikir untuk tidak bertindak gegabah. akhirnya aku membalas pesannya. “Iya mbak kenapa, Mas putra masih bobo di samping”. Aku memiliki keberanian untuk membalas pesan seperti itu karena aku adalah istrinya.

Tidak lama menunggu sekitar 8 menit akhirnya aku menerima balasan “Maaf bgt ya mbak, semalem ada perlu hehe. maaf banget sekali lagi”.

“Tunggu, dia jawab ada perlu dengan suami orang di tengah malam?” isi otakku langsung berpikir kemana-mana. aku melihat Mas putra masih terlelap dalam mimpinya, melihat kesempatan itu aku langsung mulai melihat isi handphone Mas putra, betapa kagetnya diriku saat melihat daftar panggilan. Mas putra menghabiskan waktu berjam-jam untuk video call dengan perempuan ini?

Meskipun tengah dalam keadaan shock tapi otakku tidak berhenti berfikir. Aku screenshot semua daftar panggilan dan aku kirim ke handphoneku berserta kontak perempuan ini juga. lalu aku hapus riwayat pesannya.

Setelah mengetahui hal buruk terjadi pada pagi ini aku segera beranjak dari kasur untuk mandi dan menyiakan makanan. Ketika aku sedang menyiapkan sarapan Mas putra keluar kamar dengan keadaan sudah mandi, Cukup membuatku heran karena tiap hari libur begini biasanya dia lebih banyak bermalas-malasan.

“Tadi pagi aku bales chat temenmu, aku kira penting soalnya call. kalo pentingkan aku bangunin kamu” Aku mulai membuka obrolan dengan santai dan tenang.

“O-oh iya, aku tidak tau maksud dia ada perlu itu apa” Jawab Mas putra dengan wajah datar dan suara yang gugup.

aku bisa melihat bahwa dia sangat kaget dengan pertanyaanku, terlihat dari ekspresinya yang kaget dan suaranya yang gugup.

“Oh, memangnya itu siapa mas” Tanyaku sambil melihat matanya.

“A-nu t-temen. temennya si bulan, dulu aku kenal pas dia main sama bulan di coffeshop” Mas putra semakin gugup dan matanya tidak berani melihat ke arah mataku.

“Oh temen, di minum mas tehnya” Aku berusaha tenang meskipun aku tau dia sedang berbohong.

“Sayang, Mas mau kasih tau kamu kalo besok pagi mas ada kerjaan ke malang sama isal. Paling 3 hari mas di malang” Mas putra memberitahku dengan tangan yang sedikit gemetar.

“Oh iya mas, nanti aku bantu packing barangnya” Jawabku datar sambil melanjutkan sarapanku.

***

Di hari libur ini aku dan Mas putra menghabiskan waktu di luar untuk menonton film di bioskop dan belanja keperluan mingguan.

“Mas, aku kayaknya pengen beli parfume deh”.

“Boleh sayang, ayok mau dimana” Jawab Mas putra.

Setelah sampai di toko parfume, aku mulai memilih beberapa parfume.

“Mas, coba cium wangi parfume ini deh, aku suka baunya enak ya?” Tanyaku sambil menyodorkan wangi parfume victoria secret varian velvet petals.

“Iya enak sih, tapi mas kurang suka sayang. kamu pilih yang lain aja gimana?” Jawab Mas putra dengan gesture tubuh yang sangat mencurigakan.

“Bukannya ini baunya enak ya mas? Tanyaku sedikit mengintimidasi.

“I-ya enak tapi mas kurang suka, yang lain aja ya sayang” Jawab Mas putra.

Karena Mas putra tidak mengizinkanku membeli parfume itu, aku jadi semakin yakin bahwa ini ada yang tidak beres. ada sesuatu yang Mas putra tutupin selama ini.

***

Sesampainya di rumah aku langsung menyiapkan keperluan Mas putra untuk perjalanannya ke kota malang besok.

“Udah, bawanya cuma segini aja?” Tanyaku.

“Iya sayang, mas cuma sebentar kok di malang” Jawab Mas putra sambil tersenyum kepadaku.

“Sayang, setelah mas pulang dari malang kita ke obgyn yuk? mas mau ajak sayang promil, mas pengen punya anak”

“Oh, gausah promil mas. aku ga pake kb juga kok” jawabku tenang meskipun aku sedikit kaget karena aku diam-diam sudah ikut kb.

ini memang egois, tapi aku belum siap memiliki anak. terlebih dalam rumah tangga kami ini banyak sekali sesuatu yang belum terbongkar kebenarannya. Aku takut jika dalam keadaan rumah tangga yang sudah hancur tapi harus tetap bertahan demi anak. Aku juga tidak ingin kalau rumah tangga ini tidak bisa di pertahankan lagi nanti anakku yang menjadi korban, aku akan memiliki anak ketika aku sudah memiliki kesiapan dan mulai percaya dengan Mas putra.

“Iya sayang, semoga kita segera diberikan kepercayaan untuk memiliki anak ya” Ucap Mas putra dengan penuh harapan.

“Iya, semoga saja” balasku datar.

Sakit sekali mendengarmu meminta seorang anak mas, bagaimana kamu mampu meminta di percaya tuhan sedangkan kamu saja tidak mampu menjaga kepercayaan istrimu. aku tidak tahu apa-apa tentang hidupmu, siapa yang kamu temui, bahkan aku tidak tau sebenernya siapa yang ada di hatimu. rasanya 7 tahun ini aku hanya mengenal namamu saja.

“Semuanya udah siap mas, sekarang tidur. besok aku bangunin pagi” kembali ku bersuara.

“iya sayang, makasih ya” jawab Mas putra sambil tersenyum kepadaku.

**

Pagi ini, aku harus melepasmu ke kota malang untuk 3 hari tapi tidak tahu kenapa hatiku terasa tidak tenang mas. Apa aku harus mencegahmu hari ini atau membiarkanmu pergi?

“Sayang, Mas berangkat ya” Pamit Mas putra sambil mencium keningku.

“Iya mas, take care” Jawabku dengan mata yang berkaca.

Berat sekali rasanya, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. aku tenggelam dengan pikiranku lalu tersadarkan ketika handphone Mas putra berdering.

“Iya, aku sampe paling sore. nanti aku kabarin” Jawab Mas putra sambil tersenyum

Kembali aku tenggelam dengan pikiranku saat melihat Mas putra menjawab telepon “siapa yang menelponmu mas, apakah perempuan itu?”

**

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status