Share

Akhirnya

Dan Arseno pun melamar Sintia di hadapan mamanya yang bernama bu Ratih dan bu Ratih yang melihay itu dia tersenyum di sudut bibirnya.

Malam ini dia merasa sangat bahagia karena anak semata wayangnya sudah memiliki tambatan hati.

"Aku harap kalian segera menikah memiliki cucu." seru bu Ratih yang langsung mengulti mereka.

Apa yang dikatakan bu Ratih membuat Sintia yang sedang duduk di dekatnya tersipu malu, dia tak menyangka jika calon mertuanya itu benar-benar baik kepada dirinya dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Dan mereka berdua pun saling bertatapan satu sama lain keduanya saling melempar senyum sebagai tanda bahagia di antara mereka.

Mereka pun melanjutkan makan malam di bawah sinar rembulan dan gemerlap lampu kota yang terlihat di seberang danau.

Sepoyan angin menerpa wajah mereka dan menimbulkan rasa dingin di kulit,

Kebahagiaan menyelimuti mereka di bawah Dinginnya malam.

Jam sudah menunjukkan pukul 10. 00 malam dan Arseno pun mengajak untuk segera pulang.

Karena
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status