Share

Wildflower
Wildflower
Penulis: Suzy Wiryanty

Chapter 1

Lily memasuki pelataran parkir apartemen elit pacar hangat terbarunya sambil berlari-lari kecil. Disebut pacar hangat terbaru karena mereka memang baru saja jadian dua minggu yang lalu. Jangan ditanya ini pacar ke berapa ya? Karena nggak bakalan bisa kehitung saking banyaknya.

Tapi kalau maksa pengen tahu juga, ya kira-kira seperti saat kita menghitung taburan bintang dilangit sih, satu dihitung, eh satu lagi tetiba muncul. Seperti itulah jumlah mantan Lily. Definisi secara significant nya adalah tidak terhingga!!

Berbalut crop top putih dengan tulisan dumb him dipadu dengan rok mini kulit ketat dua puluh centimeter diatas lututnya, penampilan spektakuler Lily sukses membuat para pria yang sedang duduk-duduk santai di lobby apartement menelan salivanya sendiri.

Sampai saat bayangan tubuh Lily menghilang di ujung lorong lobby menuju lift pun, kepala mereka masih saja setia terarah serempak pada sosok seksi menggoda jiwa raga Lily yang saat ini bahkan sudah masuk kedalam lift.

Lily saat ini terburu-buru kembali lagi ke apartemen Tristan, karena dia tadi siang secara tidak sengaja meninggalkan ponselnya disana. Hidup tanpa ponsel itu sama saja seperti nasi bungkus tanpa karet, awur-awuran Cuy!!!

Setelah lift berhenti diangka tujuh, Lily pun segera menekan password apartement yang terdiri dari angka kombinasi tanggal lahirnya. Supaya Saya selalu teringat padamu, Sayang. Itulah alasan Tristan saat menggubah password apartemennya. Lily sih cuma ketawa aja. Laki-laki tanpa gombal itu mah ibarat nasi goreng gak pake telur, yang artinya kurang afdol Cuy!!

Baru saja kakinya sampai diruang tamu, Lily sudah mendengar desah-desah seperti orang kepedasan dari arah kamar. Radar kepo tingkat akut nya pun mulai bereaksi, ada apakah gerangan didalam sana?

Saat pintu kamar di buka tiba-tiba oleh Lily, tampak sepasang manusia sedang main smack down sambil piting-pitingan dengan suara ah uh ah yang berasal dari ranjang pacar hangat terbarunya. Tristan dan sahabat terlamanya juga, Diana.

Melihat pintu kamar yang terbuka secara tiba-tiba membuat sepasang manusia mesum itu kaget bukan alang kepalang. Apalagi saat mereka tahu bahwa sosok Lily lah yang sudah memergoki kecurangan mereka berdua di belakangnya.

Tristan membuka mulutnya tapi akhirnya menutup nya kembali karena bingung tidak tahu harus membela diri seperti apa. Dalam hatinya dia luar biasa menyesal karena tadi mengikuti hasrat kelelakiannya saat Diana tadi muncul tiba-tiba dikamarnya karena ingin mengambil ponsel sahabatnya, Lily.

Sedangkan Diana, keadaannya kurang lebih sama. Dia juga sungguh menyesal telah mengikuti hasrat liarnya untuk menggoda Tristan yang memang sudah disukainya sedari mereka SMA dulu. Satu hal yang tadi dia lupakan, Tristan itu milik Lily, sahabat luar biasa baiknya.

Lily itu walau berasal dari keluarga kaya, tetapi dia itu tidak ada jaim-jaimnya berteman dengan orang-orang yang kurang beruntung nasib nya seperti dirinya. Dulu di sekolah dia cupu dan miskin, tidak ada yang mau berteman dengannya. Sampai akhirnya si flawless Lily, begitu julukannya di sekolah, mau berteman dengannya sekaligus membantu keuangan keluarganya.

"Udah, lo lo pada nggak usah ngejelasin apa-apa sama gue. Because the more you lie, the smaller you seem.

Sebenernya gue malah mau mengucapkan terima kasih sama kalian berdua. Karena dengan adanya kejadian ini, gue jadi nggak harus capek-capek mikirin cara buat mutusin lo Tan. Karena jujur, gue juga udah bosen sama lo. Jadi lo nggak usah pasang muka sok merasa bersalah lo itu didepan gue, karena gue mah kagak ngapa-ngapa juga Tan. Lain cerita kali kalo gue emang cinta beneran sama lo, mungkin gue bakalan nangis guling-guling sambil goyang oplosan dimari.

Ini ponsel gue, gue ambil ya? Gue cabut dulu Cuy?Semoga hubungan kalian berdua langgeng sampe belum dapat yang baru lagi ya?! wassalam." Dan Lily pun bersiap melangkah keluar dari kamar mantan pacarnya itu.

"Ly, gue minta maaf. Gue sama sekali tidak bermaksud mencurangi lo. Gue cuma terbawa suasana aja. Kita masih pacaran kan?kasih gue kesempatan sekali lagi Ly. Gue akan buktiin, kalo gue bakal setia sama lo."

Tristan masih saja berupaya menahan Lily. Yang herannya terlihat biasa-biasa saja setelah mencyduknya. Kalau cewek lain pasti udah nangis bombay semlohai sambil mengarak ramai-ramai mereka berdua. Ini si Lily malah nyantai macam dipantai, seolah-olah tidak ada kejadian. Lily ini menang sesuatu banget sifatnya.

"Setia sama gue sampai kapan? sampai lo bisa nidurin gue begitu? sorry to say ya mantan pacar, didunia ini hal yang paling gue benci itu adalah penghianatan. Gue emang playgirl, tapi gue gak pernah sekalipun berselingkuh dibelakang mereka. Kalau gue merasa bosan, maka gue bakalan mutusin mereka dulu, baru gue nyari someone new.

Jadi gue udah clear duluan dengan para mantan gue yang jumlahnya kayak orang ngantri sembako dipasar murah seminggu sekali itu. Yang intinya, kami tidak saling menghianati dan mencurangi.

Gue ridho ikhlas lahir bathin, terhadap hubungan lo ini dengan Diana. Gue bukan penganut faham karena nila setitik rusak susu sebelanga. Gue udah kenal dia lama, dia baik, terlepas dari sikap penghianatnya ini ya? ibarat kata 10 kebaikannya, 2 keburukannya, ya masih manusiawi lah, namanya juga manusia tempatnya salah dan dosa kata Bunda Dorce Gamalama.

Tapi itu bukan berarti gue bisa dekat lagi dengan kalian berdua seperti sedia kala ya? Bukan apa-apa, dihati kecil gue, gue udah kehilangan respect terhadap lo berdua, jadi sikap gue juga pasti tidak akan sama lagi terhadap lo berdua. Hal itu selain tidak sehat juga hanya akan menyakiti kita semua. Better kita saling menjaga jarak, tetapi tetap saling support dan mendoakan dari jauh aja.

Cieee bahasanya Cuy, menggugah rasa amat yak? hahaha

Udah ya pembicaraan siraman rohani dan baper-baperannya. Duh jadi berasa kayak Hafiz gue, ketua Rohis (Rohani Islam) kita waktu SMA dulu

Dian. Gue cabut dulu, mau ngecengin babang-babang tamvan eksmud yang pada baru pulang kantor. Kan sekarang gue udah kagak punya pacar? Doain gue dapet lima sekaligus ya?! Bye bye mantan pacar dan mantan sahabat!!!"

Dan Lily pun mulai beraksi menggoyang pinggul seksinya berjalan keluar menuju lift yang dipenuhi para eksmud berdasi.

"Gue bersumpah akan ngedapetin lo kembali flawless lily, gue bersumpah!!!" Diana yang mendengar Tristan bersumpah sambil mengkertakkan giginya cuma bisa mengelus dada. Tristan memang sama sekali tidak mencintai dirinya.Dia memang bodoh, mencoba menjadi selir hati Tristan yang bahkan menyukainya saja pun tidak. Dan kini dia malah kehilangan sahabat sejatinya, semua itu akibat dari keserakahan dan kebodohannya sendiri!!!

===================

Lily tiba di club Exodus tepat pada saat suasana club sedang panas-panasnya. Mata kucing nya mulai memindai para cogan-cogan yang sedang hangout disana dengan teliti, mencari siapa kira-kira yang bisa diajak membunuh sepinya malam ini.

Senyum manisnya langsung berkembang saat pandang matanya terhenti pada satu sosok maskulin yang penampilannya laki abis,memasuki ruangan. Tanpa ragu-ragu Lily langsung mendekati sosok gagah yang tengah duduk sendirian dipojokan.

"Hallo Bro, boleh kenalan nggak?" Lily mulai menebarkan jala pesonanya pada pria tampan rupawan yang kini sedang menatapnya tajam.

"Kenapa anda mau berkenalan dengan saya?"

"Ya itu karena saya punya matalah?"

"Excuse me?"

"Iya karena saya punya mata, makanya saya bisa melihat kalau anda adalah laki-laki yang paling hawt disini."

Lily mengedipkan sebelah matanya dengan genit pada sosok yang kini memandangnya dengan tatapan penuh spekulasi itu.

"Begitu? Kalau cowok yang pakai kemeja biru itu, anda tidak tertarik?" Pria itu menunjuk pada pria tampan putih mulus ala oppa-oppa Korea yang sedang duduk santai sambil menyesap vodka di samping meja bartender.

"Mana? yang itu?" Sang pria tampan pun mengangguk.

"Lain kategori dong Bro. Kalau anda kan laki abis, kalau dia, abis lakinya." Sahut Lily santai.

"Karena anda sepertinya tidak tertarik untuk berkenalan dengan Saya, saya cabut dulu ya? ada penampakan keren abis yang baru muncul tuh disana. Bye Ganteng."

"Tunggu dulu! siapa bilang saya tidak tertarik untuk berkenalan dengan anda?kenalkan Saya Tegar Putra Mahameru, just call me Heru. And you?"

"Liberty Delacroix Adam. Call me Lily. Berhubung kita sekarang sudah resmi kenalan, berarti saya sudah boleh elus-elus dada kamu yang nduselable ini kan?" Tanpa menunggu balasan siempunya dada, Lily langsung saya mengelus-elus dada Heru dari balik kemeja tipisnya.

Ini cewek selain cantik dan seksi abis, juga sukses membuat adik kecilnya seketika terbangun dari tidur panjangnya. Namun sayangnya sikap agresif dan mesumnya itu sungguh luar biasa. Ternyata ada juga manusia modelan begitu di dunia ya? batin Heru.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status