Share

Chapter 13

Pagi yang tenang. Keluarga Dananjaya tengah sarapan bersama sebelum memulai aktivitas masing-masing. Sedari tadi Ceu Parni dan Yu Nah, sibuk menata menu-menu sarapan pagi. Selama menikmati sarapan, tidak terdengar percakapan sama sekali.

Selama tiga hari bekerja di rumah ini, Mayang mempelajari apa-apa saja kebiasaan keluarga konglomerat ini. Salah satunya adalah tidak berbicara saat makan. Sedari tadi hanya denting peralatan makan saja yang terdengar. Sementara masing-masing orang yang duduk di sana menikmati sarapan dalam diam.

"Saya mau roti saya diisi selai kacang, May. Yang banyak dan tebal-tebal olesannya. Jangan kayak suster Nani. Nggak ikhlas banget dia setiap mengoles roti. Cuma dipelet-peletin sekedarnya saja."

"Baik, Bu. Tapi apa Ibu tidak mau mencoba selai almond ini? Rasanya mirip dengan selai kacang kok, Bu. Biar Ibu tidak bosan selainya itu-itu terus," bujuk Mayang manis.

Dokter Johan kemari

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Dilla Doni
awal baca judul sy GK terllu tertarik...tp makin kesini koq saya sukaaa....tapi saya hny mengandalkan koin gratis...jadi lama nunggu koin terkumpul,mana membutuhkan bnyk koin ...
goodnovel comment avatar
Martinabakir Artina
,,,,,,,,,,,, ,
goodnovel comment avatar
Siti Bue Azzam
Saya suka cerita ini, Maka nya dari semalem tak belain begadang,, krn cerita nya bagus dan menguras airmata,, mungkin di balik cerita ini ada jg kisah para kupu kupu malam seperti cerita mayang
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status