Share

Kehamilan yang Kusembunyikan
Kehamilan yang Kusembunyikan
Penulis: Yuki

Bab 1

Kota Suryaloka.

Di sebuah rumah sakit umum.

"Selamat, kamu hamil! Bayimu juga sehat."

Alya Kartika mencengkeram erat laporan di tangannya, dia tampak tercengang.

Hamil? Alya kaget dan juga senang, dia tak dapat memercayainya.

"Mulai sekarang, datanglah untuk pemeriksaan rutin. Di mana ayahnya? Panggil dia masuk, aku ingin berbicara sebentar dengannya."

Perkataan sang dokter membawa Alya kembali ke kenyataan. Dia hanya bisa tersenyum dengan canggung. "Hari ini suamiku nggak datang."

"Benar-benar, deh. Mau sesibuk apa pun dia, seharusnya dia menemani istri dan anaknya."

Ketika keluar dari rumah sakit, hujan rintik-rintik mulai turun. Alya dengan lembut menyentuh perutnya.

Di dalam perutnya, sebuah kehidupan kecil telah muncul.

Anak dari Rizki Saputra dan dirinya ....

Ponsel Alya bergetar. Dia pun mengeluarkannya dan melihat bahwa suaminya, Rizki, telah mengirim sebuah pesan.

"Sudah hujan. Antarkan payung ke alamat ini."

Alya membaca alamatnya, Kelab XX.

Tempat apa itu? Bukankah Rizki bilang hari ini ada rapat?

Namun, Alya tidak begitu memikirkannya, dia segera menyuruh sopir Keluarga Saputra untuk mengantarnya ke alamat tersebut.

"Kamu pulang saja."

"Nyonya, apa aku nggak perlu menunggumu keluar?"

Alya berpikir dan menggelengkan kepalanya. "Nggak perlu, nanti aku akan pulang dengan suamiku."

Karena dia datang untuk mencari Rizki, maka sekalian saja dia menunggu Rizki untuk pulang bersama.

Mengikuti perintahnya, supir Keluarga Saputra yang dipanggil Pak Joko itu pun pergi.

Hujan yang tadinya hanya gerimis, sekarang telah menjadi deras.

Alya memegang sebuah payung dan berjalan ke pintu masuk klub.

Tempat ini adalah klub biliar dengan interior yang mewah. Saat itu, tiba-tiba Alya dihentikan.

"Maaf, Nona. Tolong tunjukkan kartu anggotamu."

Setelah berpikir sejenak, akhirnya Alya melangkah keluar dan mengirim sebuah pesan pada Rizki.

"Aku sudah sampai, apa kamu masih lama? Aku menunggumu di lantai bawah."

Setelah pesan itu terkirim, dia pun berdiri di sekitar situ sambil memegang payung. Memandangi tirai hujan sementara pikirannya melayang ke laporan kehamilannya.

Apa sebaiknya dia langsung memberi tahu Rizki begitu dia keluar atau lebih baik dia memberi kejutan di hari ulang tahun Rizki?

Alya tenggelam dalam pikirannya, tidak tahu bahwa dirinya telah menjadi bahan ejekan orang-orang di lantai atas.

Sekelompok orang itu memandang ke jendela dan memperhatikan sosoknya di lantai bawah.

"Rizki, sepertinya istri palsumu cukup kompeten. Dia bahkan benar-benar membawakanmu payung. Dia nggak benar-benar berpikir kamu akan kehujanan tanpa payung, 'kan?"

"Mungkin dia sangat mencintaimu sampai-sampai dia membuang akalnya."

"Omong kosong."

Sebuah suara yang berat dan pelan terdengar dari sudut ruangan pribadi itu.

Pria itu memiliki tubuh tinggi, kaki panjang, wajah yang dingin dan tampan, serta kulit yang pucat. Bentuk matanya yang seperti kelopak bunga plum begitu memesona. Dia mengenakan jas abu-abu buatan penjahit dan menyilangkan kaki panjangnya.

Dia mengangkat tangannya, menampilkan jam tangannya yang mewah dan indah. "Bawa ke sini."

Temannya yang jahil pun terpaksa mengembalikan ponsel tersebut padanya.

"Ck, ponsel ini harus begitu cepat kembali pada pemiliknya?"

"Oke, oke. Lagi pula kalau bukan karena Hana di sini, kamu nggak akan bisa mengambil ponselnya."

Semua orang mulai bercanda dan melirik seorang wanita cantik yang duduk di sebelah pria itu. Wanita itu mengenakan gaun putih dan tampak sangat lembut.

Wanita itu mengerucutkan bibirnya lalu tersenyum dengan lembut. "Kalian salah karena bercanda pakai ponsel Rizki, sekarang kalian juga menggodaku."

Namun, teman-teman di sampingnya tidak berniat untuk melepaskan mereka begitu saja. Mereka menambahkan, "Siapa yang nggak tahu kalau Hana adalah yang terpenting di hati Rizki?"

"Benar, kalau kamu tanya Rizki, pasti dia akan bilang begitu. Benar 'kan, Rizki?"

Mendengar ini, Hana Adelia pun tidak dapat menahan dirinya untuk menatap Rizki.

Rizki agak melengkungkan bibirnya, sama sekali tidak menolak pernyataan tersebut.

Melihat dia tidak menolaknya, semua orang makin menggoda mereka.

"Kita sudah lama mengatakannya, di hati Rizki hanya ada Hana!"

Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ninok'e AruLeza
kok ini ceritanya sama kaya Selena sama Harvey yang judulnya diantara dendam dan penyesalan. di bab pertama tapi ga tau juga bakalan sama gag di bab yg lain.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status