Share

Bab 5

Keesokan harinya.

Ketika bangun tidur, Alya merasa agak pilek. Dia pun mengambil obat pilek dari laci dan menuangkan segelas air hangat untuk dirinya.

Ketika dia hendak menelan obat tersebut, sesuatu terlintas di pikirannya. Seketika raut wajahnya berubah. Dia buru-buru ke kamar mandi untuk memuntahkan obat di mulutnya.

Dia membungkuk di depan wastafel, membersihkan mulutnya dari rasa pahit obat yang hampir dia telan.

"Kenapa kamu panik? Kamu nggak enak badan?"

Suara serak pria itu tiba-tiba terdengar dari pintu, membuat Alya kaget dan segera menatapnya.

Rizki mengerutkan keningnya sambil memandang Alya.

Begitu mata mereka bertemu, Alya buru-buru mengalihkan pandangannya. Dia ragu sejenak sebelum berkata, "Bukan apa-apa, aku cuma salah minum obat."

Dia pun mengelap bekas air di bibirnya dan pergi meninggalkan kamar mandi.

Rizki berbalik, menatap sosok Alya sambil merenung.

Dia merasa bahwa ada yang aneh dengan wanita itu sejak kembali semalam.

Setelah sarapan, pasangan suami istri ini pergi keluar.

Melihat wajah Alya yang masih pucat, Rizki pun berkata, "Mau naik mobilku?"

Alya kemarin kehujanan, sehingga hari ini dia merasa tidak enak badan. Ketika dia hendak mengiakan tawaran tersebut, ponsel Rizki tiba-tiba berbunyi.

Rizki melirik ke bawah dan melihat bahwa Hana meneleponnya. Dia hendak mengabaikan telepon itu, tetapi Alya sudah menjauh dengan sendirinya.

Meskipun mereka adalah suami istri, mereka tidak memiliki perasaan yang sama. Oleh karena itu, biasanya Alya tidak mendengarkan pembicaraan telepon Rizki.

Hubungan mereka selalu seperti ini.

Namun melihat Alya yang berusaha menghindarinya hari ini, membuat hatinya terasa ditusuk.

Akan tetapi perasaan itu hanyalah sesaat, Rizki pun menjawab telepon tersebut.

Alya mengamatinya dari jarak yang tidak begitu jauh.

Dari ekspresi pria itu, dia sudah tahu siapa yang menelepon Rizki.

Wajah pria itu tampak lembut, sebuah ekspresi yang tidak pernah ditujukan kepadanya.

Alya menarik napas dalam-dalam dan berusaha menahan rasa cemburunya. Sambil mengeluarkan ponselnya, dia berjalan ke arah garasi.

Lima menit kemudian.

Setelah Rizki selesai menelepon dan berbalik, dia tidak dapat menemukan sosok Alya di belakangnya.

Di saat yang sama, dia menerima sebuah pesan di ponselnya.

"Aku harus buru-buru ke kantor, jadi aku pergi lebih dulu."

Rizki menatap pesan tersebut, matanya menggelap.

...

Walaupun merasa tidak enak badan, Alya memaksa dirinya untuk datang ke kantor. Begitu dia sampai, dia segera duduk di kursinya dan meletakkan kepalanya di atas meja.

Kepalanya sangat sakit ....

Namun, sekarang dia hamil, dia tidak bisa sembarangan minum obat.

Sebenarnya, dia tidak tahu apa yang dipikirkannya saat itu. Secara teknis, pernikahan mereka tidak sungguhan. Jadi, walaupun dia hamil, satu-satunya orang yang akan berbahagia untuknya adalah neneknya Rizki.

Orang lain tidak akan menyambut anaknya dengan senang.

Terutama Rizki.

Sebelum kemarin, setelah mengetahui kehamilannya, Alya sempat mengira Rizki akan menerima anak ini. Mungkin saja pernikahan mereka akan menjadi sungguhan.

Namun, dia menemukan bahwa Hana telah kembali dan perasaan Rizki masih belum berubah.

Jika Rizki mengetahuinya, mungkin reaksi pertama pria itu adalah untuk menyingkirkan janin ini karena dapat memengaruhi pernikahannya dengan Hana.

Akalnya memberitahunya untuk melakukan aborsi secepat mungkin. Jika tidak, dia mungkin akan kehilangan harga dirinya.

"Kak Alya."

Sebuah suara menyela renungannya. Alya kembali tersadar, mengangkat kepalanya dan melihat asistennya, Tiara Puspita.

Alya menegakkan tubuhnya dan menampilkan senyum yang biasa dia tunjukkan.

"Selamat pagi, kamu sudah datang, ya."

Namun, Tiara tidak tersenyum, dia menatap Alya dengan khawatir.

"Kak Alya, wajahmu terlihat pucat. Apa kamu sakit?"

Mendengar pertanyaan asistennya, Alya sejenak merasa ragu sebelum menggelengkan kepalanya.

"Aku nggak apa-apa, semalam hanya kurang tidur."

"Benarkah?" Tiara tampak tidak memercayainya. "Tapi wajahmu benar-benar pucat, kamu sungguh nggak apa-apa? Bagaimana kalau kamu cuti dulu dan pergi ke rumah sakit?"

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status