Share

3

Kendaran sangat ramai berlalu lalang di jalan raya, Diana pun menoleh ke kanan dan kiri nya untuk menyebrangi jembatan penyebrangan saat dirinya keluar dari stasiun. Ia pun melihat handphone nya dan melihat jam saat ini, dengan cepat ia pun berlari ke arah persimpangan jalan yang ada di dekat sebuah toko klontong yang ada di dekat lampu merah. Di sana sudah ada Melisa teman nya yang seharus nya ia temui saat akan masuk memulai perkuliahan namun karena ia pernah bercerita akan menjalani interview di salah satu perusahaan yang satu arah dengan tempat Melisa Bekerja, maka dengan senang hati ia pun menawari Diana untuk pergi dengan nya ke tempat tersebut.  Dengan di bantu oleh maps yang ada di handphone nya dan arah petujuk yang ia tanyakan kepada orang-orang sekitar Diana dan Melisa pun akhirnya menemukan tempat interview tersebut. Sangat di sayang kan tempat nya terletak cukup jauh dari stasiun kereta dan terminal busway, sehingga pasti nya akan memakan ongkos yang cukup untuk kendaraan menuju ke sana. Tempat nya ternyata terletak di sekitaran gedung Ruko yang Nampak nya cukup tua dan sedikit tidak terawat, Diana sama sekali belum pernah memiliki pengalaman untuk hal seperti ini dan hari ini adalah pertama kali nya di dalam hidup nya ia mengikuti interview kerja. Semula mereka berdua tidak bisa menemukan dimana tempat Interview berada, sampai akhir nya mereka pun melihat ada orang-orang yang berpakaian rapi dengan menggunakan pakaian kemeja putih dan bawahan hitam seperti layak nya orang melamar kerja, mereka berdua pun menghampiri tempat tersebut. Melisa pun memastikan bahwa tempat nya memang benar dan sama dengan yang tertera di website, setelah benar adanya ia pun meninggalkan Diana di sana dan segera pergi ke tempet kerja nya.

“ Nanti pulang bisa sendiri kan? Pake busway aja ada kok halte yang deket “ sahut Melisa sebelum pergi.

“ belum pernah naik Busway, terus juga gak tau arah turun nya dimana, coba nanti liat di maps jalan yang cepet ke stasiun “

“ yaudah gue tinggal ya, hati-hati “

“ Iya hati-hati juga kak, terima kasih ya .. “ sahut Diana sambil melihat Melisa pergi dengan motor nya.

Suasana pun semakin terasa berbeda bagi Diana saat ia memasuki ruang tunggu dan mengisi formulir, ia pun menoleh ke arah kanan dan kiri nya dimana yang lain Nampak sangat memperhatikan penampilan nya sangat jauh berbeda dengan Diana yang Nampak sudah terlihat kucel oleh matahari. Ia pun mengambil sebuah bedak dan lipstick yang ia bawa di tas nya dan segera mengaplikasi kan nya ke wajah nya sebelum ia di panggil oleh kepala HRD yang akan menginterview nya nanti. Ada sedikit rasa minder dalam diri nya saat melihat pelamar yang lain Nampak terlihat menarik dengan tinggi badan yang cukup lumayan, berbeda dengan nya yang memiliki badan kecil dan tidak terlalu mementingkan penampilan. Saat dirinya tengah membaca apa yang menyangkut tentang perusahaan yang akan ia lamar  hari ini entah datang dari arah mana, salah satu dari pelamar tersebut duduk mendekati Diana dan mengajak nya untuk mengobrol tentang apa yang harus di ketahui saat melamar pekerjaan dan apa saja yang biasa nya di bahas saat interview. Mungkin dirinya melihat Diana tidak terlalu banyak bicara seperti para pelamar lain nya, dirinya juga mungkin melihat bahwa Diana sama sekali belum pernah memiliki pengalaman dalam interview kerja maka dari itu ia mendekati nya walau hanya sekedar mengajak nya mengobrol.

“ nanti kalau masuk dan di Tanya jangan gugup ya “ sahut orang tersebut.

“ iya kak, kakak udah interview? “ Tanya Diana

“ belum, kayak nya sih habis ini. nanti jangan lupa do’a dulu, jangan liat kemana-mana cukupliat ke arah HRD nya aja. Tapi kalau ada keterangan Good looking yaa…mau seburuk apapun jawaban nya asal kan good looking pasti maju “

Diana pun terdiam sejenak, ia pun tertengun mendengarkan kata-kata itu. Ternyata benar ada nya, zaman sekarang kegigihan dan kejujuran akan kalah saing dengan good looking dan berduit. Seperti terdengar cukup keras saat menjalan kan nya di sebuah kota besar nan Metropolitan dimana kemacetan sering terjadi setiap hari dan hal-hal yang aneh yang tidak biasa di temui bagi orang desa seperti Diana, namun di balik itu semua banyak orang perkotaan yang sangat menginginkan tinggal dan menetap di desa dan sebalik nya orang desa sangat ingin tinggal di daerah perkotaan, Karena saat ini kehidupan di dalam desa berubah menjadi sangat keras  ketika kamu mendapat kan tempat yang salah.

Waktu pun semakin berjalan dan tiba giliran Diana masuk ke ruang interview bersama dengan seseorang yang terlihat cukup bagus di lihat, dan mungkin sangat memenuhi kriteria perusahaan. Suasana pun samakin berbeda dan atmosfer terasa sangat berbeda kala Diana tiba dan duduk di depan meja sang HRD yang akan menginterview diri nya itu.

“ baik, selamat siang silahkan perkenalkan nama kalian “ sahut HRD yang memulai percakapan.

“ selamat siang, nama saya Diana Juliani Putri dan saya saat ini tinggal di Jakarta selatan “ sahut Diana perkenalkan diri yang kemudian di lanjutkan oleh wanita yang ada di samping nya.

“ kalian coba cerita kan bagaimana background kalian dan apa pernah kalian mengikuti organisasi? Kalau iya silahkan sebutkan organisasi apa dan sebagai apa, coba di mulai dari kamu Diana “

“ Saya memiliki keluarga yang lengkap, disana ada Ibu, ayah dan kakak laki-laki saya. Ayah saya seorang karyawan swasta dan ibu saya adalah ibu rumah tangga sedang kan kakak saya dia mahasiswa. Saya suka kerja paruh waktu seperti jaga toko pakaian dan toko klontong, saat sekolah saya suka ikut di organisasi tapi bukan osis, organisasi tersebut adalah club seni dan saya adalah ketua untuk periode dua tahun kedepan saat itu. Saya baru lulus SMA bulan april 2019, terima kasih “ sahut Diana tanpa rasa gugup sedikit pun.

Sang HRD pun melanjutkan nya dengan mengajukan pertanyaan tentang beberapa hal mengenai perusahaan dan produk nya serta bagaimana cara mereka berdua memajukan perusahaan. Diana yang sebelum nya sudah membaca mengenai perusahaan tersebut pun dengan tanpa ragu menjawab bagimana prospek dan cara menawarkan barang terhadap orang lain dan bagaimana cara nya untuk membuat orang lain berminat untuk membeli produk tersebut, tapi seperti yang di bilang oleh orang yang mengajak Diana mengobrol tadi di ruang tunggu, jika perusahaan yang membutuh kan SPG tidak akan terlalu memperhatikan seberapa pintar calon karyawan itu menjawab tapi yang paling di perhatikan adalah bagaimana calon karyawan itu bepenampilan. Mungkin bagi Diana  si anak desa yang baru tahu akan hal tersebut sangat lah aneh dan sangat asing, tapi bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman dalam lamaran kerja tentu saja itu sangat wajar.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status