Share

Selen

Faye menatap nanar ke luar jendela, di depan nya sekarang ada Arche yang sesekali menatap Faye, setelah mereka bertemu di makam, Arche memaksa Faye untuk ikut dengan nya, singgah di salah satu kedai kopi yang tidak terlalu ramai pengunjung. Mobil milik Faye akan di antar ke rumah oleh salah satu anak buah Arche, sehingga mereka berangkat menggunakan satu mobil.

Faye memperhatikan cangkir kopi nya, dia terdiam beberapa saat ketika satu seruput kopi berhasil lolos di tenggorokan nya.

“Kopi apa ini?” Tanya Faye.

“Kopi gayo,” jawab Arche.

“Kopi Gayo salah satu kopi paling enak di Indonesia bahkan dunia. rasa nya yang sangat seimbang tidak terlalu kuat maupun pahit. Kau tau? Bahkan kopi itu pernah dinominasikan menjadi kopi terenak di dunia yang pernah diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of America,” jelas Arche. Faye mengangguk, dia setuju soal rasa kopi nya yang enak, ini kali pertama Faye meminum kopi itu dan dia pasti akan sering membeli nya lagi.

“Sudah cukup tenang hatimu?” Tanya Arche. Faye menatap Arche, menarik sedikit sudut bibir nya membentuk senyuman.

“Sudah,” jawab Faye pelan.

“Baguslah, biarkan saja orang dewasa menghadapi masalah mereka, mau mereka menikah lagi, berselingkuh, jungkir-balik, nikmati saja hidupmu, berkeliling dunia, berbelanja sesukamu,” Arche berusaha menghibur Faye, meskipun Faye sedikitpun tidak terhibur dengan perkataan nya.

“Menghabiskan uang,” lanjut Arche.

“Menangkap buaya.”

“Menanam gandum.”

“Meledakan kantor ayah mu.”

Kali ini Faye tertawa mendengar kalimat Arche meledakan kantor ayah nya, ide yang cukup bagus setelah dia pikir-pikir. Arche diam beberapa saat ketika gelak tawa terdengar dari bibir mungil wanita itu, cantik sekali dia ketika tertawa.

“Kau ini cukup aneh,” ucap Faye sambil menyeruput lagi kopi nya. Masih ada sisa tawa di raut wajah nya.

Arche diam saja sambil tersenyum, aneh sekali, kenapa dia bisa tergila-gila dengan wanita ini, padahal pertemuan mereka terbilang sangat singkat.

“Tapi bukan berarti aku menyukaimu,” ucap Faye sambil bergurau.

Arche terkekeh, benar-benar antisipasi sekali wanita ini.

“Kemana kau setelah ini?” Tanya Arche.

“Tidak tau, mungkin pulang.”

“Mau ikut denganku, aku ingin mengadopsi seekor anjing,” ucap Arche, sebenar nya dia berniat ingin membelikan Faye anjing juga, agar wanita itu tidak kesepian di rumah.

Faye terlihat berpikir, sebenar nya dia malas sekali harus memiliki teman baru, dia merasa Feronica dan Natasya sudah cukup. Tapi dia juga tidak bisa menolak jika berhubungan dengan hewan, dia suka sekali hewan, hewan apapun itu.

“Boleh,” ucap Faye akhir nya.

“Kita mengadopsi anjing dulu, baru akan ku antarkan kau pulang,” ucap Arche sambil tersenyum manis. Faye mengangguk, sambil menghabiskan satu tegukan terakhir kopi milik nya.

Setelah mereka menghabiskan minuman mereka, mereka segera berangkat menuju salah satu toko hewan, di sana menjual kucing, anjing, hamster, kelinci dan banyak lagi. Faye girang sekali ketika memasuki toko itu, memegang aneka ragam hewan berbulu yang menggemaskan, Arche memilih anjing yang masih berumur tiga bulan, dia tertarik dengan salah satu anjing berjenis husky, wajah nya menggemaskan sekali.

Arche menggendong anak anjing itu, dan dia merasa sangat cocok dengan pilihan nya tersebut, Faye yang melihat Arche sudah memilih anak anjing mendekat, dia mengelus kepala husky itu dengan sayang.

“Kau mau Faye?” Tanya Arche, Faye menggeleng. Dia takut tidak bisa merawat nya dengan baik.

“Kenapa?” Tanya Arche.

“Aku takut tidak bisa merawat nya dengan baik,” ucap Faye.

“Bisa, bukan hal yang sulit Faye,” ucap Arche, lagi-lagi Faye menggeleng, dia benar-benar tidak pernah merawat hewan sebelum nya.

“Bagaimana dengan itu? Kau yakin tidak mau?” Arche menunjuk salah satu hewan yang berada di kandang sebelah kanan, mata Faye melotot melihat hewan itu, hewan itu bernama Chinchilla. Hewan pengerat yang berasal dari pegunungan Andes di Amerika Selatan dan merupakan anggota familia Chinchillidae. Chinchilla adalah hewan yang menggemaskan, lembut, dan membutuhkan perawatan yang saksama. Jika dipelihara sejak lahir, hewan ini akan jinak dan penurut. Walaupun merupakan hewan peliharaan yang bagus, chinchilla sangat rapuh sehingga harus ditangani dengan lembut.

“Aku mau itu,” ucap Faye tanpa sadar, dia mendekat ke kandang chinchilla, melihat ada banyak chinchilla disana, bulu mereka lembut sekali.

“Mereka tidak boleh kena air Faye,” ucap Arche.

“Mereka harus mandi menggunakan pasir khusus yang super halus.”

“Tikus ini berbeda dari yang biasa aku liat,” celetuk Faye membuat Arche tertawa.

“Kau tidak salah dia memang tikus tapi ini berbeda,” ucap Arche.

“Kau mau?” Tanya Arche sekali lagi. Faye mengangguk dengan semangat melupakan ketakutan nya yang tidak bisa merawat hewan dengan baik.

Setelah melakukan pembayaran, mereka juga membeli kebutuhan-kebutuhan Selen dan Coffe. Ya, Faye memberi nama hewan peliharaan baru nya Selen, sedangkan Arche memberi nama anjing husky milik nya Coffe.

Faye membeli sebuah kandang untuk Selen, yang dimana kandang itu akan dia letakan di kamar milik nya. Dia juga membeli makanan Selen seperti biji-biji an. Chinchilla yang merupakan hewan omnivora mengonsumsi rumput, buah-buahan, biji, serangga bahkan telur burung. Tidak terlalu sulit dan repot bagi Faye. Faye senang sekali memegang Selen, bulu Selen sangat lembut, dan hal yang harus Faye ingat adalah, bulu Selen tidak boleh terkena air.

Arche senang melihat senyum di wajah Faye, dia sedikit lega Faye bisa tersenyum setelah menangis di pemakaman. Arche mengantarkan Faye pulang, tidak lupa Faye berterimakasih kepadq Arche yang membuat nya senang setengah hari ini.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status