Share

Pernikahan Holland.

Faye dengan semangat melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah nya yang megah. Ketika dia melewati ruang tamu, sudah ada beberapa orang asing di sana, di tangan sebelah kanan Faye membawa kandang Selen, dia tidak menghiraukan orang-orang itu, juga ada ayah nya dan calon ibu tiri nya. Mereka sedang mengukur badan, untuk membuat gaun pernikahan.

“Faye, kemarilah, kita ukur juga untukmu,” panggil Holland. Faye menghentikan langkah nya, dia sedang tidak ingin merusak mood nya di hari ini jadi dia menurut saja. Dengan langkah gontai dia menuju kerumunan itu.

“Apa itu?” Tanya Holland, saat melihat Selen, Faye diam saja, dia malas menjawab.

Pengukuran baju untuk Faye berlangsung singkat saja, setelah itu Faye tanpa pamit pergi ke kamar nya, dia sibuk menata kandang untung Selen. Selen dia letakan di atas kasur milik nya.

Setidaknya Faye tidak terlalu kesepian ketika dia berada di kamar ini. Faye merebahkan tubuh nya, menatap langit-langit kamar, ekor mata nya tidak sengaja melirik foto keluarga yang di cetak cukup besar, ada foto diri nya, Holland dan mendiang ibu nya. Faye tersenyum tipis, cepat sekali waktu berlalu, sekarang hanya menyisakan kenangan yang tidak mungkin dia bisa ulang.

Tidak terasa beberapa hari lagi pesta pernikahan ayah nya akan dilangsungkan, dan pada saat itu dia semakin tidak memiliki ruang di rumah ini. Faye memainkan ponsel nya, terdapat beberapa pesan dari seseorang yang tidak meninggalkan nama, seperti nya pesan itu berasal dari Arche.

Dia memberikan Faye semangat, dengan kata-kata manis, yang membuat Faye tersenyum tipis, lalu dengan cepat dia menepis perasaan salah tingkah itu. Faye menatap Selen, dia mengelus Selen dengan sayang, tidak pernah terpikir akan mempunyai peliharaan, ternyata sekarang dia malah mempunyai Selen, bahkan Selen berasal dari pemberian Arche. Mata Faye mulai berat, lama-lama kantuk menyergap nya, lalu Faye tertidur pulas. Di sisi lain, Arche tengah sibuk dengan tumpukan berkas milik nya, sesekali dia melihat ke luar jendela menetralisirkan rasa pusing yang menggerayangi kepala nya.

Wajah dingin nya membuat siapa saja segan untuk menyapa, karna walau bagaimanapun, Arche hanya luluh dengan sosok Faye.

Faye seolah memiliki daya tarik tersendiri bagi nya, wanita itu mampu membuat nya tertarik dengan hitungan detik saja, seolah memiliki mantra sihir. Tidak lama kemudian Anika masuk ke dalam ruangan nya, membawa sebuah undangan, Anika adalah sekretaris baru Arche, pekerjaan nya lebih bagus ketimbang yang lama.

Anika membawakan sebuah undangan, undangan itu adalah undangan pernikahan Holland dengan calon istri nya, Holland memang kenal dengan Arche, mereka merupakan Partner bisnis. Holland membaca sebentar undangan itu, lalu dia menaruh nya di atas meja. Dia akan datang kesana, tujuan utama nya adalah melihat Faye.

Holland bertekad ingin mendapatkan hati Faye, bagaimanapun cara nya. Dia benar-benar dibuat kepayang dengan wanita itu. Benar kata orang, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada.

Hari itu juga Arche memesan baju untuk pergi ke pernikahan itu, dia mempersiapkan nya dengan matang, karna dia ingin terlihat menarik di mata Faye. Hari yang dinanti Holland tiba, pesta pernikahan berlangsung meriah, Holland terlihat gagah dengan setelan jas nya, Farasy sangat cantik mengenakan gaun putih yang sangat mewah. Davina dan Faye mengenakan long dress kembar, berwarna putih, bagian paha terbelah, bagian punggung terbuka lebar, membuat punggung mereka terekspos jelas.

Serangkaian acara dilakukan dengan khidmat, ketika prosesi makan, Arche datang mengenakan setelan jas berwarna hitam, entah bagaimana ceritanya dia bisa datang bersama Natasya dan Feronica. Dia tersenyum ketika manik mata mya beradu pandang dengan Faye beberapa detik. Natasya, Feronica dan Holland mengambil posisi duduk di salah satu meja tamu vvip, setelah bersalaman mengucapkan selamat mereka segera menikmati hidangan. Tidak lama kemudian Faye menghampiri meja mereka, ikut serta dalam percakapan dua sahabat nya itu, serta ada Arche disana.

“Kau cantik sekali, Faye,” celetuk Natasya, Faye tersenyum manis, Natasya memang terkadang bisa menjadi semanis itu.

“Benar,” ucap Arche cepat, membuat Natasya dan Feronica saling pandang dengan tatapan usil.

“Kau terlihat cocok sekali mengenakan pakaian seperti itu,” ucap Arche.

“Ya, aku akan mengenakan nya lagi nanti ketika pergi ke kantor, menonton pertandingan bola,” Faye menyebutkan satu persatu agenda yang menurutnya akan cocok jika dia mengenakan gaun.

“Sepertinya, tidak perlu Faye, aku malas sekali menolongmu jika kau tersangkut di gawang,” sanggah Natasya cepat.

Faye tertawa, mata nya sesekali melirik ke arah Holland, terihat bahagia sekali ayah nya itu. Beberapa saat kemudian dia tersenyum hambar, sudah lama rasanya dia tidak merasakan hangat nya keluarga, belum juga dia membuat kenangan berdua bersama ayah nya saja, sudah datang orang lain di kehidupan mereka.

“William kandas bersama kekasih nya itu,” celetuk

Natasya mencomot sembarang topik. Mata Faye segar seketika, terlihat sekali dia masih berharap dengan William.

“Benarkah?” Tanya Feronica penasaran, pasalnya hubungan Will dan kekasihnya terlihat mesra sekali.

“Iya, entahlah benar atau tidak gosip itu,” ucap Natasya cepat.

Faye diam, sekarang pikiran nya fokus kepada William, hati nya bertanya-tanya apakah William benar-benar sudah putus, karna sebenarnya dia masih berharap dengan William, bagaimanapun, perasaan yang dia miliki untuk William sangat dalam, sehingga ketika William menyakiti nya berkali-kali, Faye tidak masalah akan hal itu.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status