Share

Tempat Asing

"Luna." Tama mengguncang bahuku mencoba mengembalikan kesadaranku. Telingaku masih berdenging dan keringat dingin mulai membasahi pelipis. Aku masih sangat terkejut dengan ingatan yang yang datang.

Wajah Tama tepat berada di depan wajahku. Dengan tangan yang masih bergetar aku melepas pelan pegangannya.

Dia berbohong. Aku merasa tercekik. Jantungku berdetak kencang karenanya.

"Kamu kenapa? Kamu kedinginan? Kita pulang aja. Harusnya kamu nggak maksain diri."

"A-aku, aku baik-baik aja." Aku berhasil mengeluarkan suaraku kemudian mundur menjauhinya.

"Kita harus pulang. Kamu pucat banget." Dia kembali mengusap pelan pundakku kemudian beralih menatap Rendi yang mengantar kami.

"Aku nggak apa-apa. Lanjut aja," kataku kesal.

"Nggak. Aku nggak mau ambil resiko kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu."

"Aku bisa urus diri aku sendiri Tama."

"Rendi bawa kita pul-"

"Aku bilang aku bisa urus diri aku sendiri!" Aku menekankan setiap kalimat. Rasa khawatir yang dia perlihatkan tidak membuatku terkes
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status