Share

BAB V: Spring Day

" My heart is running on the time- alone on the Snowpiercer. Wanna get to the other side of the earth holding your hand. Wanna put an end to this winter "

ー BTS ( Spring Day )

.

.

.

+;' 29 Desember 2016

Hembusin angin dingin disertai buliran salju mengudara di langit kelabu hari itu. Kim Taehyung berdiri disana. Di samping lintasan kereta dengan baju rajut biru dari neneknya. Ia melangkah hati-hati menuju rel berselimut putih menanti ketibaan kereta dari Seoul menuju kota kelahirannya.

Dari binaran matanya ia melihat kereta itu tiba. Suara khas yang memekakkan telinga disertai goncangan kecil yang turut ia rasakan ketika ia tempelkan sebelah telinganya pada besi dingin tempat kereta itu akan berlalu.

Dengan terburu-buru Taehyung bangkit, kembali pada posisi awalnya. Ia melihat gerbong kereta yang melesat cepat dengan seksama. Pada gerbong terakhir Taehyung melihatnya. Beanie Hat dengan pom-pom hijau diujungnya, Si rambut merah jambu yang tertidur sembari menekuk kaki, bagaimana lelaki berjaket merah dengan lengan putih mencoba membangunkannya, di kursi seberang dengan jaket kulit hitam maskulin, di belakangnya ada si sweater putih, tepat di hadapannya si jangkung berambut coklat dan Taehyung duduk disana melihat pemandangan di luar jendela.

Taehyung tersenyum melihatnya. Mereka tampak bahagia, gelak tawa menyenangkan memenuhi gerbong kereta. Ia memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana jeansnya. Dingin merayap membekukan tangannya. Hingga gerbong terakhir melintas- Taehyung ingat. Kereta itu lewat membawa kenangan dan sekelebat kisah bersama ke-6 sahabatnya.

" Aku merindukan kalian. Salju cepatlah pergi "

***

+;' 13 Desember 2016

Lekaki tinggi dan gagah itu dengan cetakan menata semua makanan ringan serta kue di tengah meja makan. Ia berlari mengambil tujuh kaleng cola dari kulkas biru di sudut dapur. Namjoon dengan rambut ungunya tersenyum begitu cerah. Ini hari spesial. Setidaknya begitu bagi Namjoon- tanggal 13 adalah tanggal sakral baginya sejak hari itu.

Namjoon dengan rajin membeli kue dengan buah strawberry besar di atasnya, memesan banyak makanan cepat saji, dan membeli tujuh kaleng cola. Mereka selalu merayakan ini bersama. Meskipun bukan tanggal tepatnya tapi mereka selalu meluangkan waktu untuk duduk bersama di satu meja. Memakan ayam dan keripik kentang sebelum akhirnya saling melemparkan makanan.

Namjoon ingat bagaimana dulu wajahnya dipenuhi krim dan buah strawberry karena Yoongi melemparnya dengan kue yang mereka beli. Ia tertawa renyah hingga suara raspy-nya memenuhi ruangan. Mengubah atmosfer ruangan dingin dan kelam menjadi sedikit lebih hangat.

Namjoon menggelengkan kepala sembari terus tertawa,. Ia berusaha mengenyahkan ingatan menggelikan itu dari kepalanya seraya menarik kue di tengah meja agar lebih dekat padanya dan menyalakan tujuh lilin yang sudah ia tancapkan disana.

Ia tersenyum menampakkan lesung pipinya. Sejenak ia seka keringat di keningnya. Melihat makanan yang tersaji di meja dan memuji kerja kerasnya hari ini. Ia menyatukan kedua tangannya dan mulai memejamkan mata. Memohon pada Tuhan agar waktu bahagia itu kembali, agar mereka kembali dan bersatu lagi. Hanya itu.

Di malam dingin ini ia meminta. Sedikit saja. Setitik air mata meluncur turun melalui pipinya. Senyuman tak lagi terlukis disana. Namjoon memejamkan mata dan meniup tujuh lilin di atas kue seorang diri. Memperhatikan satu persatu kursi yang tak berpenghuni. Namjoon yang berwibawa kini tertunduk sembari menitikan air mata.

" Aku rindu. Cepatlah kembali "

... to be continue

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status