Share

Pertemuan Tak Terduga

“Katakanlah, Lin!”

Lina masih menundukkan pandangannya ke meja yang ada di depannya. Arya masih menunggu Lina membuka suara, menjelaskan apa yang terjadi.

“Lin, aku yakin kamu bukan orang yang jahat. Katakanlah! Kalau kamu berbicara jujur, aku tidak akan memecatmu,” ucap Arya.

“Tolong! Saya jangan dipecat, Pak,” ucap Lina dengan nada memelas. “Saya harus menghidupi adik dan anak saya, Pak.”

Arya menghela nafas. Dia bukan orang yang akan tega memecat orang. “Kalau begitu, katakanlah!”

Lina mengangkat wajahnya dan menatap Arya. Wajah takut tercetak dalam raut wajahnya.

“Tapi, tolong jangan pecat saya, Pak.” Lina memastikan kembali jika dia tidak akan dipecat.

Lina menarik nafasnya. “Sa-saya disuruh Purwanto, Pak.”

Lina pun menceritakan semuanya. Dia diancam oleh Purwanto. Purwanto akan menyebarkan masa lalunya yang kelam jika dia tidak mau melakukan pencurian itu.

“Maafkan saya, Pak. Saya terpaksa melakukannya. Pak Arya sudah tahu kan masa lalu saya yang bekerja di dunia malam. Purwanto
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status