Share

Bab 57

"Kumohon, Mbak ... pertemukan aku dengan anak istriku, Mbak ...." Dengan kepala yang menunduk dan tubuh terguncang, Rudi bersuara.

Reni membeku, ia sama sekali tak memberikan respon pada tangisan adik semata wayangnya itu.

Sesaat, Reni dan Darmi saling berpandangan. Saling melempar pertanyaan melalui sorot mata itu.

Darmi mengedikkan bahunya, seolah-olah ia tau pertanyaan apa yang dilontarkan oleh anak perempuannya dari sorot matanya.

Rudi mendongak, wajah itu digenangi oleh air mata.

Ada yang berdesir di dalam hati Reni saat melihat sang adik menangis untuk pertama kalinya.

Sorot mata yang begitu sendu, membuat wajah itu semakin terlihat memelas.

"Mbak, kumohon ..., katakan dimana anak dan istriku ...," hiba Rudi.

Reni menghembuskan napas kasar. Setelahnya ia membantu sang adik untuk bangun dari persimpuhannya.

"Duduklah dulu, biar kubikinkan minuman sebentar," titah Reni.

"Nggak usah, Mbak. Rudi nggak haus. Mbak katakan saja dimana Nika dan Kevin, biar aku bisa segera bert
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sarti Patimuan
Semoga Rudi bener bener.menyesali perbuatannya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status