Share

RELATION-SHIT
RELATION-SHIT
Author: 11IPS3_Amikha Arabelle Gezz

CHAPTER 1

Alexa mengejar Rayn dengan raut wajah panik sepanjang koridor, beruntung jam pulang sekolah telah lewat sehingga dia bisa berlari dengan bebas tanpa harus menabrak murid lain.

"Rayn, aku cinta sama kamu. Tolong dengerin aku." Alexa berteriak tanpa peduli jika ada yang mendengarnya.

"Gue ngerti. Lo udah ngomongin hal itu ribuan kali, Alexa. Lo emang pacar gue, tapi bukan berarti lo bisa ngatur-ngatur hidup gue seenak lo. This is my life, so you should mind your own bussines."

"Aku tau kamu ga suka dilarang Rayn, tapi aku punya alasan buat ngelarang kamu. Ini demi kebaikan kamu sendiri."

Rayn tampak mengepalkan kedua tangannya. Mati-matian dia menahan emosi agar tidak membentak Alexa yang mencoba melarangnya untuk mendatangi salah satu mantan temannya yang telah mencari gara-gara.

"Lo ga usah ikut campur, Lexa. Lo urus urusan lo sendiri!"

"Tapi, Rayn--- "

"Oh gue tau, lo ngelarang gue ketemu dia karena lo takut gue nyakitin dia kan? Lo coba ngelindungin dia dengan cara ngelarang gue nemuin dia!?" ujar Rayn dengan rahang menggeretak menahan emosi.

"Kamu salah, aku ngelarang kamu karena aku cinta sama kamu. Aku takut kamu kenapa-napa, kenapa kamu ga pernah ngerti?" lirih Alexa menatap Rayn sendu.

"Kalo lo cinta sama gue, lo ga usah ngelarang-larang gue lagi untuk lakuin hal yang gue suka!" Rayn beranjak pergi meninggalkan Alexa yang masih terpaku, menatapnya dengan mata menyendu.

Sebenarnya aku ini ada artinya ga sih buat kamu, Rayn? Batin Alexa bertanya-tanya.

Rayn pun meninggalkan Alexa yang masih terpaku di tempatnya. Gadis itu bingung harus melakukan apa. Alexa sudah mencoba untuk menahan Rayn agar tidak usah memperpanjang urusan cowok itu dengan mantan temannya. Tapi, cowok itu malah tidak suka jika ada yang melarang kemauannya.

Entah mengapa Alexa bisa jatuh cinta dengan cowok arrogant itu. Namun, tak ada yang pernah tau bagaimana perjuangan Alexa dalam memperjuangkan hubungan mereka. Apalagi teman-teman satu geng Rayn tidak menyukainya.

Rayn merupakan ketua dari salah satu geng motor bernama Lion. Itulah alasan mengapa cowok itu banyak digemari oleh gadis di sekolahnya. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak setuju dengan hubungan Rayn dan Alexa. Mereka berpikir bahwa cowok seperti Rayn tidak cocok bersanding dengan gadis seperti Alexa.

Di saat ingin menyerah seperti ini, memori Alexa langsung melayang pada suatu kejadian yang menjadi alasannya untuk bertahan.

Saat itu Alexa tengah menjenguk Liliana, almarhum Mama Rayn yang kala itu tengah sakit. Liliana harus berjuang melawan kanker payudara yang sudah lama bersarang di dirinya.

Liliana meraih tangan Alexa untuk ia genggam. Wanita cantik itu hanya terbaring lemah di brankar.

"Alexa, kalau misal Tante Lili ga bisa bertahan tolong jaga Rayn untuk Tante Lili ya, sayang. Jangan tinggalin dia sendirian, Tante Lili percaya sama Alexa. Kamu pasti bisa ngerubah sifat Rayn jadi lebih baik." Liliana berujar dengan lirih.

Alexa yang mendengar hal itu pun seketika berkaca-kaca. Liliana merupakan sosok ibu yang baik dan lemah lembut. Kalau semisal Tuhan lebih memilih untuk mengambil wanita itu pasti Rayn akan merasa sangat kehilangan.

Mulai saat itu, Alexa pun berjanji untuk selalu berada di sisi Rayn walaupun mungkin cowok itu tidak akan menganggap kehadirannya.

Alexa menghembuskan napasnya dengan kasar. Gadis itu berdoa semoga saja dia bisa kuat menghadapi segala sikap Rayn. Alexa tidak mau mengingkari janjinya pada Liliana. Dia tidak mau wanita itu kecewa padanya.

"Tuhan, tolong kuatin hati Alexa," gumam gadis itu lirih.

Menghela napas sebentar, kemudian gadis itu pun berlalu dari koridor. Alexa akan pulang dengan bus karena tidak ada yang menjemput.

Ketika Alexa melewati parkiran, dia bertemu dengan seorang gadis yang tengah menatapnya dengan pandangan sinis. Tak mau menanggapi, Alexa pun memilih untuk berlalu tanpa memperdulikan gadis itu.

"Kasian banget yang punya pacar tapi ga pernah dianggep," celetuknya namun Alexa memilih untuk tak mengambil sikap.

"Woy!? Budeg ya lo!?" Gadis itu berteriak kesal lantaran Alexa bersikap acuh.

Alexa pun mempercepat langkah kakinya agar dia bisa menjauhi gadis itu. Alexa tidak mau gadis itu memancing emosinya. Tenaga Alexa rasanya hampir habis hari ini. Entahlah, tapi nyatanya pertengkarannya dengan Rayn tadi sangat berdampak bagi dirinya.

Alexa sayang pada Rayn, namun apakah cowok itu juga merasakan hal yang sama pada Alexa? Kalau tidak, kenapa Rayn dulu memintanya untuk menjadi pacar cowok itu?

Alexa bergelut dengan pikirannya sampai akhirnya terdengar suara bus yang mendekat. Gadis itu pun buru-buru beranjak dari duduknya dan akhirnya berdesak-desakan dengan penumpang lain.

Sudah tidak ada tempat duduk yang tersisa mengharuskan Alexa harus berdiri. Alexa menghela napasnya dengan kasar. Hari ini sungguh melelahkan bagi gadis itu.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status