Share

Operasi Sesar

Darah?

Aku menatap bawah, benar saja darah segar keluar dari pangkal paha. Nyeri, perutku terasa tertusuk ... sakit sekali. Bahkan aku tak mampu menjelaskan sakitnya seperti apa.

"Pi... Papi!"

Aku terus memegangi perut, namun Satriya tak kunjung membuka mata. Dia masih terlelap dalam mimpi. Ya Allah, Satriya.

"Papi!" teriak Aluna kencang.

Seketika Satriya terbangun. Dia menjerit kala melihat aku tergeletak tak berdaya di lantai. Ditambah darah yang keluar darin pangkal paha.

"Ya Allah, Yang. Kamu kenapa?"

"Sa--sakit, Yang." Aku pegangi perut yang terasa sakit.

"Ya Allah, kenapa bisa begini?"

Satriya kebingungan, dia jongkok hendak membopong tubuhku.

"Aluna kedinginan, Yang."

Gerakan tangan itu terhenti, Satriya kebingungan hendak mengganti baju Aluna atau menolongku terlebih dahulu. Kami sama-sama membutuhkan bantuan secepatnya.

"Aluna tunggu di sini dulu, Papi mau bawa Mama ke mobil."

"Tapi, Pi ...."

"Sebentar, Nak. Papi bawa mama turun dulu."

Sempat kudengar hentakkan kaki
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status