Share

Bab 1.1: Dananjaya

SEBUAH KOTA DI UJUNG BARAT SUMATRA

Nampak sebuah alun-alun kota itu di penuhi warga hingga berdesak-desakan.

Beberapa prajurit sedang bersiap di panggung eksekusi untuk mengeksekusi beberapa orang yang di duga penjahat, "Hadirin bapak ibu sekalian ini adalah orang-orang yang merugikan Nusantara" Ucap salah kapten prajurit itu.

Orang-orang bersorak meneriaki para penjahat tersebut, "Hukum mati Hukum mati" Teriak orang-orang yang menonton. Bahkan sebagian dari mereka melempari para penjahat itu dengan telur dan sayuran.

Di sisi lain berjalanlah seorang pemuda berpakaian serba hitam ke arah alun-alun untuk menonton, "Nampaknya aku melihat hal unik disini" Ucap pemuda itu dalam hati.

Seorang prajurit dari panggung berteriak, "Ini adalah Danan seorang pemanah yang pernah bergabung dalam kelompok Cakra!!" Teriak prajurit itu, "Hari ini dia akan di hukum mati dengan cara di gantung" Lanjut prajurit itu dengan nada yang sama.

Ketika Danan menuju tambang tempat ia akan di eksekusi, Tiba-tiba sebuah pisau berputar lalu memotong tambang itu dan pisau tersebut tepat mengenai kepala salah seorang prajurit.

Warga yang menonton langsung berhamburan sedangkan orang yang berpakaian hitam memilih mundur untuk melihat dari kejauhan.

Dari suatu arah muncul sekelompok orang, "Dananjaya hari ini kau mati di tanganku!!!" Teriak orang yang di duga kelompok pemimpin itu, "Pasukan serang!!!" Lanjutnya sambil memerintahkan kelompok yang ia pimpin.

Perang pun pecah ketika para prajurit sedang berperang melawan kelompok yang memburu Danan, Danan menjadikan itu sebagai celah untuk melarikan diri.

Ia berlari ke arah yang berbeda yaitu ke arah barat, sesampainya di sebuah gang tiba tiba ia menabrak seseorang yang membuatnya terjatuh. "Hey bodoh kenapa kau menghalangi jalanku?" Tegas Danan setelah Terjatuh.

Orang itu berbalik, Namun seluruh wajahnya tidak terlihat karena ia menggunakan karena tertutup kain, "Ini adalah senjata kelas A ku harap kau menjaganya, dan ketika kau bertemu seorang pemuda yang usia nya sama denganmu ikutlah bersamanya, Karena ia adalah Teman sejatimu" Ucap pria itu.

Danan dengan posisi tangan terikat. Danan lalu melihatnya, "Apa yang kau maksud dan siapa dirimu?" Tanya Danan.

Orang itu membuka kan penutup wajahnya, "Aku adalah Indra" Ucapnya.

Sebelum Danan menjawab tiba tiba kabut muncul di gang itu dan membuat Indra Menghilang. Ditengah keheranan itu Danan, "Bagaimana mungkin ikatanku bisa lepas?" Tanya Danan sambil mengambil senjata panah yang Indra berikan.

Ketika ia melihat Panah itu alangkah terkejutnya dia karena senjata itu adalah salah satu senjata terbaik, "Panah pertama Arjuna? Bagaimana ia bisa mendapatkannya?" Ucap Danan dengan penuh takjub, "Kata dia aku harus mencari orang yang seumuran denganku" Lanjutnya yang kemudian pergi dari gang itu.

Ketika ia keluar dari gang beberapa prajurit sudah berkumpul mengepungnya, "Hey penjahat sekarang kau tidak bisa lari" ucap salah seorang prajurit sambil mengacungkan pedang.

Tiba-tiba ada seorang yang melompat dari atas ke depan Danan, "Biarkan aku yang menghabisi mereka" Ucap pria misterius itu.

"Hey maksudmu apa!" Tanya danan.

Orang itu tidak mementingkan perkataan Danan, "Teknik angin: pukulan angin" Ucapnya sambil mengarahkan tangan ke arah para prajurit.

Beberapa prajurit langsung terjatuh. "Ayo cepat" ucap orang itu mengajak Danan pergi.

"Namaku Biantara" Ucap orang misterius itu.

"Aku Danan" Jawab Danan sambil terus berlari bersama Biantara.

Mereka melarikan diri meskipun para prajurit terus mengejar mereka.

Di sisi lain perang terus berlanjut hingga akhirnya para prajuritlah yang berhasil menang serta mengalahkan bos perampok itu.

Tepat di depan Tara dan Danan sudah berkumpul sebuah pasukan yang menjaga gerbang kota itu. "Mau pergi kemana kalian?" Ucap kapten pasukan itu. "Pasukan serang!!" Teriak orang yang sama.

Namun ketika para prajurit itu berlari tiba-tiba muncul kabut. Di depan Tara dan Danan muncul kembali Indra A. "Pejamkan mata kalian, akan kupindahkan kalian keluar kota ini setelah disana kuharap kalian terus berlari" Ucap pria itu.

Dan benar saja ketika Tara dan Danan membuka mata mereka sudah ada di luar kota itu.

Ketika kabut hilang hanya Indra lah yang masih berada di tempat tadi. "Apakah aku harus bermain?" Ucap Indra sambil tersenyum kecil.

"Kau adalah Indra A. Salah satu dari 5 DPO dengan nilai 1juta GN" Teriak kapten pasukan itu. "Prajurit kenapa kalian diam? Serang dia!!!" Lanjutnya.

Namun para prajurit tidak ada yang berani menyerangnya. "Jika kalian maju nyawa kalian hanya sepanjang ibu jari kalian" Ucap Indra.

Kemudian kapten pasukan itu berlari untuk menyerang Indra. "Kalian bodoh" Ucap Kapten itu.

Namun kekuatan dia dan Indra tidaklah sama terbukti ketika hendak menyerang Indra, Leher dia langsung di cekik oleh Indra. "Jika kau banyak bicara hari ini adalah hari kematianmu" Ucap Indra yang kemudian melemparkan sang kapten, Indra lalu melompat dan pergi dari tempat itu.

Para prajurit lalu membantu kapten itu namun kapten tersebut marah. "Kalian semua tidak berguna!" Teriaknya ketika di bantu berdiri oleh beberapa prajurit.

Sedangkan Tara dan Danan terus berjalan melewati padang rumput hingga matahari sudah mulai terbenam. "Aku sudah capek Danan kita harus beristirahat" Keluh Tara yang memegang pundak kanan Danan.

"Sebentar lagi kita sampai di hutan sebaiknya kita beristirahat disana" Jawab Danan.

Mau tidak mau Tara mengiyakan perkataan Danan tadi.

Akhirnya merekapun tiba di hutan.

Danan mengumpulkan beberapa ranting pohon untuk membuat api unggun setelah selesai mereka duduk menghadap api unggun itu.

"Danan apakah kau tahu tentang mahkota kerajaan sunda?" Tanya Tara pada Danan.

Danan yang duduk di sampingnya meletakan panahnya lalu menjawab. "Aku tahu hanya tahu dari anggota cakra" Jawab Danan.

-Narasi-

Mahkota sunda adalah tujuan dari semua orang yang pergi dari kampung halamannya.

Barangsiapa yang berhasil memakai mahkota itu di katakan ia adalah raja selanjutnya dari kerajaan sunda yang hilang.

Namun untuk mencapai Istana yang terdapat mahkota sunda di dalamnya bukanlah hal yang mudah, Setiap orang yang ingin mendapatkannya harus bisa mengetahui jalan menuju istana itu serta memiliki jawaban dari kunci yang menyegel istana itu.

Selain itu letak istana sunda sangatlah misterius dan hanya orang tertentu yang bisa mengetahui.

Dahulu ketika kelompok Ashura berhasil mencapai kerajaan itu sang penjaga yaitu Garuda menolaknya karena mereka waktu mereka tidaklah tepat dan sang Garuda memerintahkan kepada Ashura untuk menyampaikan pesan bahwa orang selanjutnya lah pewaris takhta yang sesungguhnya.

--

Danan bercerita kepada Tara bahwa ia hanya tahu sedikit tentang Kerajaan sunda, "Setahuku semua informasi tentang kerajaan itu sudah di hilangkan oleh pemerintahan nusantara" Ucap Danan.

Tara lalu menjawab sambil melemparkan beberapa daun ke api unggun itu, "Tapi aku yakin kerajaan sunda itu benar" Jawab Tara.

"Sebenarnya apa tujuanmu?" Tanya Danan,

"Tujuanku ingin pergi ke istana itu mungkin saja aku ini orang yang di maksud Ashura, Lalu apa tujuanmu?" Jawab Tara.

"Tujuanku sangatlah mudah aku ingin menjadi pemanah terhebat seperti Arjuna" Jawab Danan dengan nada penuh harapan.

Ketika Danan menjawab pertanyaan Tara, Tara sudah tertidur yang membuat Danan langsung mengomelinya. "Lah malah tidur nih anak" Ucap Danan yang kemudian ikut tidur.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status