Share

Bab 1.3: Simbol Kutukan Bagian 2

Orang itu lalu duduk di depan Tara yang dalam keadaan pingsan, Ia kemudian melihat tangan kiri Tara. "Apa yang terjadi dengan temanmu nak?" Tanya orang tersebut kepada Danan. Ketika Danan hendak menjawab orang tersebut menghentikannya. "Sebaiknya kau angkat dia lalu ikut denganku." Ucapnya memberi perintah pada Danan.

Danan pun lalu mengangkat Tara dan mengikuti kemana orang itu berjalan hingga sampailah mereka di depan sebuah Gua.

"Masuklah kalian berdua ke dalam Gua ini aku akan membuat penahan ghaib agar makhluk halus tidak masuk ke dalam gua ini." Kata Ki Brada Menyuruh Danan yang saat itu sedang menggendong Tara.

Danan lalu menyandarkan Tara di dinding gua tersebut sedangkan Orang itu berdiri dibibir gua menghadap keluar.

Orang tersebut lalu melakukan gerakan beberapa saat kemudian ia memukul tanah dengan tangannya. Setelah melakukan itu ia pun mendekati mereka berdua.

Ia lalu duduk dan memperkenalkan dirinya kepada Danan "Namaku Brada." ucapnya sambil menjulurkan tangan mengajak Danan bersalaman.

Dengan wajah terkejut Danan lalu menjawab "Bukankah kau salah satu Tabib legendaris saat ini?" Ucap Danan dengan wajah terkejut.

"Tidak aku tak sehebat yang orang katakan" Jawab Ki Brada.

"Sebenarnya tanda kutukan apa yang terdapat pada lengan kiri temanku ini?" Tanya Danan pada Ki Brada.

"Aku akan sedikit bercerita tentang Tanda ini." Jawab Ki Brada yang kemudian duduk di depan Danan.

"Tanda kutukan adalah sebuah tanda yang sengaja dibuat oleh para Dukun Tertinggi, Biasanya tanda ini digunakan untuk membangkitkan Jendral Kerajaan Iblis." Jelas Ki Brada kepada Danan.

"Apakah kita tidak bisa menghapusnya?" Tanya Danan.

"Tanda kutukan adalah hal yang mutlak nak tidak bisa di hapus hanya bisa di tahan supaya tidak ada unsur iblis yang kelak menguasai temanmu ini, apakah kau bersedia jika aku membuatkan ilmu penahan pada tanda kutukannya?" Jawab Ki Brada.

"Aku bersedia" Jawab Danan.

Ki Brada lalu menyuruh Danan berdiri "berdirilah engkau lalu peganglah temanmu ini supaya ia tidak mengamuk disini." Ucap Ki Brada yang kemudian duduk di samping kiri Tara. Setelah mengambil posisi mereka berdua pun melakukan tugasnya masing-masing yaitu Danan menahan Tara serta Ki Brada mengucapkan Ilmu Penahan kutukan.

"Abdi didieu bade nyegel ieu kakuatan kabeh kahurun nu cicing didieu bantuan abdi." Ucap Ki Brada yang kemudian menempelkan telunjuknya ke dekat tanda kutukan, Ia kemudian membuat bentuk segitiga mengelilingi Tanda itu. Apa yang dikatakan Ki Brada itu benar Tara meronta-ronta tanda kutukan itu mulai bereaksi seperti kejadian tadi.

Ketika Segitiga sudah berhasil di buat nampaknya tanda kutukan sudah tidak bereaksi seperti sebelumnya "Apakah sudah cukup?" Tanya Danan yang masih memegang Tara, Ki Brada lalu menjawab "Sudah silahkan lepaskan temanmu ini sudah aman sekarang." Jawab Ki Brada.

Danan lalu melepaskan Tara, Ki Brada lalu menyuruh Danan melihat keluar Gua "Nak coba lihat diluar sana" Ucap Ki Brada menyuruh Danan. Alangkah terkejutnya Danan ketika ia melihat dari balik penahan ternyata diluar sudah banyak makhluk halus berdiam di sekitaran Gua mulai dari Tuyul, Pocong, Kuntilanak sedang melihat ke arah Gua.

Danan lalu berbalik kembali ke arah Ki Brada sambil menanyakan apa yang terjadi "Sebenarnya apa yang terjadi Ki?" Tanya Danan pada Ki Brada. Pertanyaan tersebut hanya dibalas senyum lalu Ki Brada menjawab "Yang terjadi adalah tanda kutukan seperti milik temanmu adalah panggilan untuk mereka, mereka meyakini jika bisa menghisap darah pemilik tanda ini mereka akan di angkat menjadi jendral perang Kerajaan Siluman," Ia lalu berdiri "Andai saja aku tidak membentengi Gua ini mungkin temanmu sudah mati." Lanjut Ki Brada.

Danan lalu duduk kembali di hadapan Ki Brada dan bertanya tentang siapa Ki Brada ini sesungguh "Sebenarnya aki ini siapa?" Tanya Danan pada Ki Brada. Ki Brada hanya tertawa mendengar pertanyaan itu "Aku hanyalah orang biasa, aku mendapatakan tugas dari pemimpin kelompokku untuk membantu kalian" Jawab Ki Brada.

Ki Brada lalu berdiri dan berjalan ke arah bibir Gua "Penahan ini akan hancur sendirinya ketika matahari sudah terbit sempurna" Ucapnya sambil berbalik ke arah Danan.

Danan lalu hendak mendekati Ki Brada namun Ki Brada melarangnya "Sebaiknya kau jaga dia aku akan pergi sekarang karena ku yakin Indra A telah menungguku" Ucapnya yang kemudian pergi keluar.

Mendengar perkataan Ki Brada akhirnya Ia kembali duduk di dekat Tara sambil melihat senjata yang di berikan oleh Orang di kota tadi hingga akhirnya ia pun tertidur di samping Tara.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status