Share

Bab 251

Ang Lin Hua pun balas tersenyum.

Senyum ini.

Cio San baru sadar, betapa indahnya wajah Ang Lin Hua saat tersenyum.

Ia juga baru sadar, ternyata ia merindukan senyuman ini.

“Nona beristirahatlah.”

“Baik, Kauwcu. Kauwcu sendiri mohon segera beristirahat.”

“Segera,” jawab Cio San. Ia lalu kembali mengobati para korban.

Tak terasa, matahari telah kembali menyapa dunia dengan cahayanya yang perlahan tapi pasti.

Cio San akhirnya lega. Semua orang telah ditangani dengan baik. Tabib-tabib istana dan tabib-tabib yang ada di kotaraja semua bekerja keras mengobati para pemberani-pemberani ini.

Sekali lagi, orang Han mampu mempertahankan tanah airnya dari penjajah Goan. Kegembiraan ini syahdu, karena diliputi oleh semangat kebangsaan yang tinggi, kebanggaan, dan juga kesedihan atas gugurnya para pahlawan. Semua perasaan ini melebur menjadi satu.

Cio San keluar ruangan itu.

Walaupun di luar udara masih berbau tak sedap karena bercampur amis mayat dan bakaran, tetap saja terasa lebih segar dibandin
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status