Share

Meminta Persetujuan

"Liv, tolong tanda tangani berkas ini!"

"Apa itu, Baby?"

"Lembar persetujuan untuk mengesahkan pernikahanku dengan Ava," jawab Tuan Dirgantara terlampau jujur.

"Kenapa harus disahkan segala? Kamu mencintainya?" selidik Olivia.

Tuan Dirgantara menggaruk tengkuknya, merasa salah tingkah seketika. Lantas, dia segera menguasai keadaan.

"Bukan itu. Aku sudah terlanjur berjanji dengan Mama."

Olivia mengetuk-ketukkan telunjuk di dagunya. Menimbang baik dan buruknya bila memberi persetujuan.

"Apa yang akan kudapat kalau menyetujuinya?" tanya Olivia mencoba bernegosiasi.

"Apa saja yang kau mau akan kukabulkan, Baby."

Nah, ini yang Olivia suka dari suaminya. Kalau begini kan tidak ada yang dirugikan, win win solution istilahnya.

"Baiklah, berhubung kita tidak lagi tinggal di mansion, jadi aku minta dibelikan rumah dua lantai. Ingat, atas namaku!"

"Oh ya, aku juga tidak mau kalau nantinya rumah itu ditinggali oleh kedua istrimu yang lain."

"Oke. Apapun untukmu, Baby."

Benar bukan pemikiran
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status