Share

38. POV Caca, Sakit Tak Berdarah

POV Caca

“Itu mimi Bianca, Bi,” kataku panik setelah mendengar jelas suara adik bungsu mamah Rita yang sedang mengintruksi sopirnya.

Aku memang sempat dekat dengan semua saudara mamah sewaktu tinggal di luar tanah air, selayak ponakan dan tante pada umumnya. Tapi itu dulu sebelum peristiwa penolakanku pada lelaki bule yang melamar mamah. Dengar-dengar setiap mereka punya hunian dalam negeri selain di negeri modeling itu, tapi tak tahu posisi pasnya daerah mana.

Arght, kenapa bisa bersamaan begini? Padahal ini tempat pelarian sementara yang teraman kupikir untuk menghindari acara pernikahan Om Danar.

“Mau ke mana, Non?” tanya bibi saat melihatku tergesa ke arah pintu belakang.

“Mau lari lah, Bi. Aku belum mau mati muda,” ucapku dengan keringat dingin, mengingat mimi Bianca orangnya nekatan.

“Non Caca masuk di kamar bibi saja dulu, khawatir saat keluar nanti malah terlihat.” Tanpa berfikir lama aku menyusup ke bilik bibi seiring suara mimi Bianca semakin mendekat.

“Sepatuku di luar, B
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status