Share

I'M NOT HER
I'M NOT HER
Author: Ontelicious

PROLOG

“Kamu butuh seseorang untuk mengajarimu hal itu.”

“Saya rasa tidak perlu. Hal seperti itu tidak perlu banyak teori, kan?”

“Perlu. Untuk pemula seperti kamu harus tahu bagaimana cara untuk memulai semuanya. Bukan sekedar ciuman dan membuka pakaian saja.”

Ashley mengernyitkan dahi. Secara sekilas apa yang dijelaskan Noel tentang beberapa aturan sebelum bercinta memang terdengar sangat sederhana.

“Dimana saya butuh seseorang yang bisa mengajari saya bagaimana caranya having sex? Justin? Saya tidak ingin terlihat sangat pecundang saat bersamanya nanti,” kata Ashley bergidik sendiri.

“Kamu tahu bedanya having sex dan making love, Ash?” tanya Noel dengan kening berkerut.

Ashley menggeleng dengan wajah polosnya. Noel mengulum senyum dan tentu saja sekretarisnya yang terlalu lugu tentang dunia dalam kamar itu tak tahu perbedaannya.

“Saya pikir sama saja,” imbuh Ashley.

Having sex, kamu melakukan aktifitas sex tanpa ada foreplay. Sementara itu making love, kamu harus menjalin intimacy terlebih dahulu,” jelas Noel.

Ashley mengangguk paham. Terus terang saja dia baru kali ini tahu perbedaan antara dua hal yang dia pikir sama saja artinya yaitu bercinta di atas ranjang.

“Lalu … orang seperti apa yang cocok untuk membantu saya?” tanya Ashley lagi.

“Siapa aja, terserah. Asalkan cowok itu bisa melatih kamu bagaimana berciuman, bercumbu dan lain-lain. Setelah latihanmu sempurna, kamu bisa langsung meninggalkannya,” jawab Noel dengan tenang.

Ashley menelan ludahnya. Ia segera menggelengkan kepala dan membuang jauh-jauh pikiran yang ingin memanfaatkan salah satu lelaki tak bersalah. Memanipulasi perasaan seseorang tentu saja hal yang sangat tidak terhormat untuk gadis perawan sepertinya.

Thanks, but no thanks,” ucap Ashley putus asa. “Sepertinya benar-benar tidak usah. Saya bisa googling atau bertanya pada yang berpengalaman seperti anda dan Anna,” lanjutnya pasrah.

Noel sudah bisa menebak kalau Ashley tetap akan menolak sumbangan idenya. Gadis yang selama ini hanya berciuman dari mulut ke mulut tanpa permainan lidah yang intens itu pasti lebih senang di cap sebagai gadis pornophobia.

Noel menarik napas panjang terlebih dahulu kemudian berkata dengan sungguh-sungguh, “Ugh, baiklah … kalau begitu biar aku saja yang menjadi teman latihanmu.”

Mata dan mulut Ashley langsung membulat tak percaya. “PAK NOEL?!”

“Iya. Kenapa memangnya? Kamu takut kalau pada akhirnya tidak bisa lepas dariku?” tanya Noel dengan senyum miringnya.

***

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status