Share

S3| 205. Keluarlah, Russell!

Kara sedang duduk di ranjang. Sambil memejamkan mata, ia berusaha mengatur napas. Kepalanya bersandar pada pundak bidang di sebelahnya.

"Apakah ada kabar dari si Kembar?" tanya Kara lirih.

Frank menggeleng samar. Tangannya terus memijat jemari Kara. "Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka, Ratu Lebah. Mereka anak-anak yang mandiri dan cerdas. Mereka pasti mengerti kalau kamu harus segera melahirkan. Mari merayakan ulang tahun mereka setelah Russell lahir, hmm?"

Selang anggukan singkat, Kara menoleh. "Apakah kamu menangis?"

Alis Frank sontak tertarik dahi. Sambil menjauhkan kepala agar karena lebih mudah melihatnya, ia menggeleng. "Kenapa kau berpikir aku menangis?"

"Suaramu bergetar, Frank."

Sambil mengerutkan bibir, Frank menarik napas panjang. "Aku tidak menangis."

"Lalu mengapa matamu merah dan berair?"

Frank berkedip tegas. "Aku tidak menangis," ulangnya dengan penekanan lebih.

Masih dengan napas tersengal-sengal, Kara meloloskan tawa. Kepalanya sedikit miring, menanti gum
Pixie

Ada yang terharu? Ada yang ikutan senang? Ikutan nangis? Ikutan merasakan sakitnya? Terima kasih para ibu hebat!

| 1
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (3)
goodnovel comment avatar
SK Celey
welcome to the world baby Russell
goodnovel comment avatar
Indah Carolina
aduh.. ikut mengejan hahaha ngebayangin ngelahirin 5 tahun lalu hehhe
goodnovel comment avatar
Monika Anastasia Khim
T.T perjuangan terhebat
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status