Share

Bab.7. Mulai sebel.

    Pagi ini Amelia bersiap ke kampus, buku pelajaran di masukan tas cangklong warna coklatnya. Amelia mematut dirinya di cermin mengenakan hijab warna biru. Di padu padan   jaket jeans juga warna  biru serta celana hitam.

Merasa sudah siap, ia keluar kamar. Melangkah menuju kampus yang tak jauh dari kosnya. Amelia jalan sendirian sambil memegang buku diklat di tanganya. Ketika sudah sampai di kampus, masih sepi hanya ada beberapa siswa yang masuk. Amelia duduk di depan ruang perpustakaan ruang sebelum masuk ke ruangan kelasnya. Ia sembari menunggu Maryam sempatkan membaca buku diklat yang di pegang. 

Baru beberapa lembar yang di baca ada dosen Ryan menghampirinha. 

"Menunggu siapa Amelia?" Kata Amelia sengaja di tekankan. Sepertinya ia tak suka dirinya duduk di bangku panjang. Ia kemudian beranjak. 

"Pak, saya ke kelas dulu..." Amelia berlalu dari hadapan Dosen Ryan dan tak ingin mendapat jawaban. Amelia mulai sebel dengan dosenya itu. Ia kemudian mengambil hp dan menghubungi Maryam. Bahwa dirinya sudah berada di kelas. Sambil menunggu dosen masuk Amelia baca- baca buku. 

Siswa mulai berdatangan dan mereka menyapa Amelia yang datang duluan. Tak lama kemudian Dosen datang. 

Dosen Ryan, mulai mengajar. Amelia serta para siswanya memperhatikan, tapi Ryan matanya kadang mencuri pandang ke arah Amelia. Setelah hampir mata kuliah berlansung, akhirnya selesai. Para siswa keluar berhamburan. Ada yang ke perpustakaan ada pula yang ke kantin. 

Maryam mengajak Amelia ke kantin.

"Yuk, mel ke kantin. Aku yang traktir deh..." Ucap Maryam.

Tiba- tiba. Ryan menghampiri dan memanggi Amelia.

"Amel !" spontan Amelia menoleh ke sumber suara. Melihat wajah Dosen Ryan ia merasa eneg.

'Huuh, lagi- lagi dosen Ryan' Batin Amelia.

"Mau kemana?" Tanya dosen Ryan.

"Kami mau ke kantin..." kata Maryam sopan.

"Boleh, aku ikut...?" Tanya Ryan.

"Tentu boleh pak... hehehe..." kata Maryam. Ketika tak terlihat Ryan Amelia mencubit lengan temenya.

"Aooowwwhh..." pekik Maryam. 

"Kenpa? Tanya Ryan.

"Nggak pak, tangan saya di gigit nyamuk." 

Dosen Ryan mengedarkan pandangan, dan ia merasa tak ada nyamuk di sini. Mereka melanjutkan jalan menuju kantin. 

Mereka bertiga kemudian menuju ke kantin. Sampai di kantin anak- anak bengong, tatkala Amelia dan Maryam sampai di kampus. Mereka saling berbisik. Ada apa Dosen Ryan tak biasanya main- main ke kantin. Clarisa yang melihat itu semakin geram dengan Amelia.

Clarisa beranjak dari kantin dengan mengepalkan tanganya. Menahan amarah yang memuncak.

'Awas kau Amelia' Batin Clarisa. Kemudian ia melangkah keluar, tak tahan melihat pujaan hatinya duduk bersama wanita lain. 

Dosen Ryan memesan mie Ayam, juga Maryam tapi Amelia lebih suka bakso. Saat menunggu pesanan datang, Maryam mencoba berbagai pertanyaan. Maryam emang cerdas dan ia tak malu sekedar menanyakan pendapat ke pada dosenya. Amelia diam mendengarkan mereka berdua. 

   Amel pun berpikir, Maryam menyukai dosen di hadapanya ini. Tapi seandainya menyukainya pun dirinya bersyukur, karena Amelia ingin fokus kuliah. 

Pesanan datang, tak lupa mereka berterima kasih pada Bu Yum. Bu Yum senang bisa melayani mereka. Bagi Bu Yum mereka tak hanya cantik juga sopan. Kuah bakso mengaliri tengorokan Amelia, ia gigit baksonya yang kenyal. Tapi matanya sesekali melirik Dosen Ryan. Mata mereka beradu pandang, Amelia kemudian fokus mengunyah baksonya. 

Ada petugas kampus  memanggil Amelia. 

"Maaf di sini ada yang bernama Amelia?" Tanya petugas mengedarkan pendangan. 

Amelia sontak menoleh ke arah petugas. Jantungnya  berpacu kencang, kenapa dirinya tiba- tiba di panggil petugas? 

Amelia mengancungkan tanganya dan berdiri. 

"Saya pak...!" Petugas menghampiri Amelia. 

"Nanti setelah makan di panggil dokter Mbak..." kata petugas itu. 

"Baik pak " Ucap Amelia. Petugas itu berlalu dari hadapan mereka. Amelia kemudian menyelesaikan makanya. Setelah selesai makan, Amelia kemudian beranjak dari duduk dan pamit pada mereka berdua. 

"Maryam, Pak Ryan aku ke ruangan Rektor dulu." 

"Aku antar Amel !" Kata Ryan. 

"Tidak usah pak, makasih"  Amelia berlalu dari hadapan mereka berdua. 

Ryan hanya bisa memandangi punggung Amelia dengan kecewa. 

Maryam mengamati wajah Dosen di hadapanya. Wajahnya menguratkan rasa suka pada Amelia. Maryam menelan sendiri ludahnya. Tatkala rasa hangat hadir di dalam hati tapi orang yang di rasa malah menaruh rasa pada temanya. Ada nyeri yang hadir di sudut hati. 

Amelia ketok pintu ketika sampai di ruangan Rektor. Suara orang paruh baya mempersilahkan Amelia masuk. Wajah Amelia tegang, ia merasa tidak melakukan kesalahan yang fatal tapi kenapa dirinya di panggil? Benak itu di pikiran Amelia. Pak Rektor duduk tenang di kursinya. Ia tersenyum tipis mahasiswanya tampak tegang. 

"Ndak usah tegang nak." Ucap Pak Rektor tersenyum ramah. 

Amelia jadi merasa tenang. 

"Iya pak." Ucap Amelia ramah sambil tersenyum. 

Pak Rektor membuka berkas di hadapanya. 

"Kamu yang mendapatkan beasiswa?" 

"Iya pak." Amelia menganguk. 

Ada lima  orang yang mendapatkan beasiswa pendidikan dari orang tidak mampu dan di pekerjakan di koperasi dan mendapat uang saku lima ratus ribu rupiah. Amelia salah satu. 

" Mulai besok, sepulang kuliah kamu kerja di koperasi bersama lima temen lainya. Apakah kamu bersedia?" 

"Iya, saya bersedia pak..." Ucap Amelia Yakin. 

"Baiklah, selamat bekerja ya nak..." kata Rektor menyalami tangan Amelia. 

"Saya permisi dulu pak." Ucap Amelia sambil mengangukan kepalanya. 

"Silakan" 

Amelia keluar dari ruangan Rektor. Ternyata sudah ada Maryam dan Dosen Ryan menunggu Amelia. Amelia menatap wajah mereka satu persatu. Heran kenapa mereka menunggunya. 

"Maryam, Pak Ryan kenapa kalian di depan ruangan Pak Rektor? Pak Ryan kalau masuk silakan." 

Maryam yang gemes liat Amelia yang polosnya tak ketulungan. 

"Iya, saya  sebentar lagi masuk" Ucap  Ryan. 

" Pak Ryan kami pulang dulu..." Ucap Maryam. Pak Ryan menganguk. 

Maryam kemudian meraih tangan Amelia dan berlalu di hadapan Ryan. 

"Eeh, tadi ada apa di panggil ke ruang Rektor?" Tanya Maryam. 

" Mulai besok, aku dan lima orang lainya sepulang kuliah bekerja di koperasi. Lumayan dapat lima ratus ribu sebulan." Kata Amelia. 

"Syukuri aja itu rejeki dari Allah" 

"Iya, ini alhamdulilah banget buat tambah buat makan dan jajan." 

"Amelia, aku mau main ke kos ya..." 

"Boleh..." kata Amelia tersenyum. 

Mereka berdua kemudian melangkah menuju kosan Amelia. 

Amelia membuka pintu kamar kosnya. Amelia dan Maryam masuk ke dalam. Tak terlalu sederhana juga tak mewah. Di situ  hanya lemari tempat pakaian Amelia, bed di pojokan, tivi , dispenser di sampingnya tivi. Maryam mengedarkan pandangan. Amelia kemudian membuka jendela supaya tidak pengap. Amelia mengambil gelas dan mengaliri gelas itu dengan air panas yang berisi  teh di sertai gula. 

"Silakan di minum Maryam..." kata Amelia. Amelia juga mengambil cemilan tak jauh dari tempatnya duduk. 

"Ayo, di minum Maryam. Jangan di liatin aja!" Kata Amel tersenyum. 

Maryam menyesap teh kemudian mengumpulkan kata untuk ngomong sesuatu kepada temanya ini. 

Bersambung...

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status