Share

Bab 7

"Pindah? Tapi, pindah ke mana, mas?" tanya Rahma tak mengerti, wajah wanita itu terlihat bingung.

"Tentu saja ke rumah kita, dek." Yudha menjawab santai pertanyaan istrinya.

"Rumah kita? Kau membuatku bingung saja, mas!?" lanjut Rahma bertanya.

"Nanti kau akan mengerti, lebih baik pikirkan apa rencanamu selanjutnya?"

"Rencana? Tentu saja mengambil sertifikat tanah itu dari tangan Mas Deni, dia mencoba memaksaku menandatangani surat persetujuan jaminan, tanpa memberitahuku apa pun tentang tanah yang sebenarnya adalah milikku." Sahut Rahma geram.

"Setelah kematian bapak, bertahun tahun Mas Deni menyimpan sertifikat tanah itu dan membohongiku. Tapi sekarang tidak lagi, aku akan mengambilnya, mas," lanjut Rahma dengan kilatan mata penuh amarah.

Rahma terpaku sesaat dengan tangan yang mengepal erat, ia tak menyangka jika Deni bisa setega itu pada dirinya. Adik kandungnya sendiri.

"Mas Deni memang licik, ia memintaku menandatangani surat persetujuan jaminan, Tanpa memperlihatkan sertifikat
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Bobby Boo
kayaknya bagus
goodnovel comment avatar
ARLAN DJAAFAR
mantap jiwa
goodnovel comment avatar
Yayuk Sri Rahayu
penasaran bos
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status