Share

Bercanda Dalam Hinaan

Suamiku Jadul

Part 10

Kenapa pilihan sulit begini datang padaku? Aku tak ingin kehilangan suami juga tak ingin kehilangan saudara. Ini hanya salah paham. Akan tetapi para saudaraku sepertinya sudah emosi. Bang Parlin pun untuk pertama kali kulihat dia emosi.

"Ayo, Dek!" kata suami lagi, tangannya masih terulur.

"Maafkan aku, Kak, Bang, adikku semua, aku pergi," kataku akhirnya. Kuraih tangan Bang Parlin, kami pun pergi.

"Aku merasa bersalah, Dek, ayo kita kembali, biar kujelaskan semua," kata suami ketika kami sudah di atas motor.

"Percuma Bang, mereka memang benci Abang," kataku kemudian.

"Kok benci Abang, emang Abang salah apa?"

"Pas kita dijodohkan pun abang dan kakakku gak setuju."

"Biar Abang minta maaf sama mereka, Dek,"

"Lo, Abang kan gak salah?"

"Minta maaf demi keutuhan keluarga, Dek,"

"Udah, gak usah, Bang, nanti mereka makin melanjuk, Adek juga gak tega kalau Abang terus dihina," kataku kemudian.

Kami pun pulang ...

Kami tetap datang tahlilan, aku antar suami malam h
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (41)
goodnovel comment avatar
Teguh Santoso
lanjutkan dong
goodnovel comment avatar
puspita ans
abis ngehina2 nuduh adek ipar sendiri uangnya hasil ngepet, lalu g tahu mau minta diajarin ngepet.. Huh enak kali,
goodnovel comment avatar
Ismi Irfani
susah tidur belum selesai baca
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status