Share

3. Peristiwa Di Kediaman Kepala Desa.

Tianlan menyimpan uang-uangnya di kamar dan memutuskan untuk sedikit merilekskan tubuhnya dengan berjalan-jalan di sekitar mansion.

"Darimana saja kau?" Suara familiar terdengar dari belakang tubuhnya.

Tianlan tahu suara itu, itu pasti suara ayah dari pemilik asli tubuh ini.

Kepala Desa Dang, (Bei Li). Pria ini hanya tahu menggertak dan merendahkan, dia tidak peduli dengan Tianlan dan bahkan dia malah ikut menindasnya.

Tianlan mengendikkan bahunya dan memilih untuk mengabaikannya.

"Anak tidak tahu malu, berani sekali kau mengacuhkanku." Bei Li mendekati Tianlan dan mencengkram tangannya.

Tianlan yang merasa risih menepis tangan Bei Li dengan kasar sambil berdecih, "Tangan kotor tidak diperkenankan untuk menyentuhku."

"Kau anak tidak berguna."

"Dan anak tidak berguna ini adalah anakmu."

"Anak? Hahaha ... Kau hanyalah-"

"Suamiku, seseorang ingin bertemu denganmu." Seorang wanita dengan kipas di tangannya tampak berjalan mendekati Bei Li dan TianLan.

Dia adalah Bei Yuan, Nyonya Kepala Desa Dang. Orang yang juga memiliki andil besar dalam penderitaan Tianlan.

Tianlan memutar matanya malas. Semut-semut ini sangat tidak tahu malu, Tianlan bahkan sedikit curiga bahwa sebenarnya pemilik asli tubuh ini bukan anak kandung dari keluarga ini. Marga yang ia gunakan saja sudah berbeda dengan keluarga ini.

Tapi yah, Tianlan tidak mau ambil pusing. Dia hanya perlu menyesuaikan jiwanya dengan tubuh ini dan Tianlan tidak perlu lagi menumpang di sini.

Bei Li berdecih dan berjalan mendahului Bei Yuan, meninggalkan Tianlan sendirian.

"Aku tidak tahu kenapa aku harus tinggal serumah dengan orang sepertimu."

'Ah siapa lagi ini?' 

"Dan aku juga tidak tahu kenapa pembawa sial, cacat, dan sampah sepertimu masih hidup sampai sekarang?"

'Oh, gadis kecil ya?'

Bei Luo, anak perempuan ke-2 dari Kepala Desa. Gadis manis yang memiliki sikap tidak jauh berbeda dengan yang lain.

"Kenapa ayah masih saja menerimamu di sini? Bahkan semut saja tidak ingin ... ."

'Sampai kapan gadis ini akan berhenti mengoceh?'

Bei Luo berhenti berbicara dan menatap Tianlan dengan ekpresi heran, "Kenapa kau diam saja?"

Alis Tianlan terangkat, "Lalu aku harus apa? Menggonggong?"

Tiba-tiba sebelah pipi Tianlan terasa panas.

"Sialan." Bei Luo berbalik dengan ekpresi marah dan langsung meninggalkan Tianlan sendirian.

'Aku ditampar?' Tianlan menyentuh pipinya dan melihat Bei Luo yang sudah berjalan cukup jauh. Tidak ia sangka bahwa dia akan mengalami banyak peristiwa hanya dalam 1 hari sejak dia berpindah ke sini.

"Tidak waras."

Tianlan meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya dan kembali berkeliling mansion.

Dia baru menyadari bahwa dia masih sangat kelaparan. Tianlan memutuskan untuk mengubah rute perjalanannya dan berbalik ke arah dapur. Mungkin saja di sana ada makanan yang bisa mengganjal perutnya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status