Share

Eps 51.

Caffe shop, caffe kecil yang ada di depan gedung perusahaan milik Lingga pribadi. Di sini Adis duduk menatap ke arah gedung perusahaan yang tentunya tidak sebesar perusahaan miliknya. Lebih tepatnya milik papa Fandi dan almarhum papanya.

Adis menegakkan tubuh, merapikan penampilannya saat melihat mobil hitam yang memasuki halaman caffe shop. Awas ia menatap mobil itu. Mengulum bibir ketika melihat pintu bagian kemudi dibuka dan seorang lelaki yang memang ia tunggu telah melangkah turun.

Lingga, lelaki yang sampai detik ini tetap paling tampan di mata Adis. Lelaki yang bagi Adis telah mendekati sempurna, tapi sayangnya… dia tak berjodoh.

“Lingga,” sapa Adis, mengangkat sedikit tangannya.

Lingga yang baru memasuki pintu caffe mendekat. Mengulurkan tangan ke Adis, mengajak jabatan.

Tak langsung meraih tangan itu, Adis menunduk menatap telapak tangan yang mengarah padanya lebih dulu.

“Lama sekali tak pernah bertemu. Kabar baik, kan hari ini?” tanya Lingga.

Adis tersenyum, menyambut tangan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (12)
goodnovel comment avatar
AlynGrafielloPaxon
percayalah ilmu ikhlas itu... tahta tertinggi dalam hidup.
goodnovel comment avatar
Pica-Mica
ikhlas, menerima keadaan, tapi untuk kembali berhadapan itu rasanya susah. demi menjaga hati dan perasaan dri ingatan menyakitkan dan perasaan takut untuk di sakiti kembali. apa itu bisa di bilang ikhlas ...
goodnovel comment avatar
Putri Kecil
ikhlas itu bohong cuma sudah berdamai dengan keadaan.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status