Share

Menerima Nando?

***

"Maaf karena baru mengembalikan Sea padahal sudah hampir larut malam, Pak."

Tomi mengangguk sambil tersenyum tipis. Dia menepuk bahu pria di depannya seraya berkata. "Lain kali mampir ke rumah, gantian kami yang akan menjamu keluargamu untuk makan malam."

"Tentu, dengan senang hati!"

Hamka mencium punggung tangan Tomi dan menganggukkan kepala di depan Gina. "Saya permisi. Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam," sahut ketiganya berbarengan.

Gina dan Tomi masih berada di luar, mereka mengiringi kepergian Hamka dengan mata telanjang. Saat Sea hendak masuk ke dalam rumah, betapa terkejut ketika dia mendapati sosok tidak asing sedang bermain dengan asap rokoknya.

"Bang Nando?"

Nando menoleh. Kedua alisnya terangkat seakan kedatangan Sea bukanlah hal yang patut membuatnya terkejut. "Apa?"

"Ke-- kenapa belum pulang?"

"Ngusir?"

Sea menggeleng lemah. Dia berbalik dan mendapati Ibu serta Ayahnya sudah berdiri di belakangnya. "Ada yang ingin dia bicarakan, Se."

"A-- apa?"

Nando bangkit. Rokok
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nanda Ajach
knp pula brenda ikut,,bikin runyem aj,,itu besuk ujung"nya suka pula sma tirta,,tirta bodoh kali
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status