Share

Bab 56

Penulis: Ahong
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-07 23:24:46

Apa aku harus membayar orang untuk berpura-pura menjadi kedua orang tuaku ya? Gumam Ivan.

Namun Ivan buru-buru menggeleng, merasa ide yang baru saja ia pikirkan itu terasa konyol.

"Kalau begitu, ayo kita ke rumah kedua orang tuamu saja sekarang selagi aku tidak banyak kerjaan di kantor." Ucap Susan sembari melangkahkan kakinya kembali menuju mobil. "Kita sudah tidak punya waktu lagi, Van. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?"

Mendapati hal tersebut, Ivan seketika tersadar dari lamunan.

Detik berikutnya ia terperangah.

Bagaimana ini?

Susan malah meminta bertemu dengan kedua orang tuanya sekarang!

Sontak saja, Ivan gelagapan selama beberapa detik, lalu ia buru-buru menyusul Susan dan mencoba mensejajari langkah calon istrinya tersebut sembari berkata. "Jangan sekarang, Nona."

Susan menghentikan langkah, menghadap Ivan sambil menyilangkan tangan di depan dada dengan pandangan memicing. "Memangnya kenapa?"

Seketika Ivan berpikir dengan keras. "Ya... aku belum memberitahu Ibu d
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Renaldy Cristian
taekkkkk males baca lagi, good bay
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 57

    "Ayah dan Ibumu memutuskan tidak akan menjodohkan kamu dengan wanita pilihan Ayah dan Ibu lagi, Van. Kami baru sadar kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Kami begitu menyesal dengan apa yang kami lakukan kepadamu dulu." Ucap Graha dengan mata berkaca-kaca. Mendengar itu, Ivan seketika langsung menatap Ayah dan Ibunya bergantian dengan lekat. Benar kah? Pertemuan kembali antara anak dan kedua orang tua itu setelah tiga tahun lamanya berpisah begitu mengharu biru, seketika masing-masing dari mereka saling melepas rindu, mengungkapkan berbagai macam perasaan. Kini sudah tidak ada lagi marah atau pun ego yang tinggi seperti tiga tahun silam. Mereka bertiga benar-benar hanyut dalam perasaan rindu dan penyesalan yang teramat dalam. Setelah itu, mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga untuk mengobrol dari hati ke hati. "Kami baru menyadari setelah kamu memilih pergi dari rumah, Van. Tapi sekarang, Ibu dan Ayahmu akan membebaskanmu dalam memilih pasangan hidu

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-08
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 58

    "Mulai sekarang, kalian akan berpura-pura menjadi orang tuaku. Bersikap lah selayaknya, khususnya di depan istriku!" Setelah pulang mengajar, Ivan langsung pergi ke alamat rumah milik pasangan suami istri bernama Joko dan Yuni yang akan menjadi kedua orang tua pura-puranya yang dikirim Renata. Sebelumnya, Renata memberitahu dirinya bahwa dia telah menemukan pasangan suami istri yang menurutnya cocok. Begitu melihatnya, Ivan tidak ada masalah, merasa cocok-cocok saja dengan mereka berdua. Dengan masih canggung sebab Joko dan Yuni mengetahui bahwa mereka berhadapan dengan salah satu orang terkaya di negara ini, keduanya mengangguk paham. Sebelumnya pula, Renata telah menjelaskan siapa Ivan, serta alasan Ivan melakukan hal ini kepada mereka. Juga menjelaskan hal-hal yang perlu mereka perhatikan. "Kalau gitu, kau boleh pergi, Renata. Tugasmu sudah selesai." Ucap Ivan. "Terima kasih karena kau sudah menjalankan tugas dengan baik," Seketika pipi Renata merah merona, bagaimana t

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-08
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 59

    Tiba-tiba, Felix yang sedang menghisap rokok dengan bersandar pada tembok, tersadar akan kedatangan Ivan. Seketika ia menoleh menatap Ivan dengan senyum licik di bibirnya. Sedangkan Herlambang yang tengah fokus pada ponselnya kini juga telah sadar. "Akhirnya kau pulang juga, Ivan," ucap Herlambang dengan nada ramah. Juga tersenyum lebar. Tak seperti biasanya. Hal tersebut membuat Ivan merasa aneh. Lalu, Ivan pun melanjutkan langkahnya mendekat dan berdiri di hadapan mereka berdua. "Kenapa kau baru pulang, Van? Apakah habis ada acara di sekolahmu?" Felix menambahi, berbasa-basi. Juga bersikap ramah. Ivan tak kunjung membalas, malah menatap keduanya bergantian dengan kening berkerut dan berkata. "Ada perlu apa kalian datang kemari?" Felix tergelak, "Kau tidak menyuruh dua tamu agungmu ini untuk masuk dulu ke dalam?" Herlambang menimpali, "Ada hal yang mau kita bicarakan kepadamu," Bertanya-tanya, Ivan membuka pintu kos san nya dan mempersilahkan mereka berdua masuk.

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-09
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 60

    Rata-rata tamu undangan yang datang dalam acara adalah kerabat dekat, kenalan, teman dan rekan bisnisnya Susan mau pun keluarganya. Susan sengaja tidak mengundang banyak orang sebab menginginkan pernikahannya tidak banyak orang yang tahu. Namun karena Susan adalah seorang CEO perusahaan besar, tentu kabar pernikahannya cepat sekali menyebar. Bahkan, ada teman-temannya yang datang tanpa diundang. Susan yang sudah berusaha meminimalisir tamu yang hadir, sang kakek justru mengundang banyak kenalannya dan Susan hanya bisa pasrah. Dari pihak Ivan sendiri, hanya kedua orang tua pura-puranya yang datang, kepala yayasan, rekan guru, serta beberapa muridnya. Sebelumnya, mereka semua dibuat kaget—sekaget-kagetnya—saat mendengar kabar jika Ivan akan menikah, yang tentu menurut mereka mendadak sekali. Juga belum pernah mendengar jika Ivan memiliki kekasih dan merencana menikah. Pun tidak ada undangan yang disebar. Mereka kian kaget saat mengetahui ternyata Ivan menikah dengan donatur

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-09
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 61

    Awalnya Rahardian begitu kaget saat tahu-tahu Ivan membawa kedua orang tuanya. Jelas itu bukan kedua orang tua aslinya. Aku harus memberitahu soal ini kepada Graha dan Rosalinda. Gumam Rahardian. Namun, tentu Rahardian tidak menyinggung hal tersebut. Ia membiarkannya demi berlangsungnya pernikahan ini. Di meja para tamu, ada seorang wanita yang berpenampilan mencolok, modis dan serba mewah, dilengkapi dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya, ikut menyaksikan acara pernikahan Ivan dan Susan. Wanita itu adalah Monica, putri pebisnis sekaligus mafia. Dia adalah wanita yang beberapa hari lalu bertemu dengan Ivan dan menawari pekerjaan untuk menjadi bodyguardnya. Tentu saja Monica tidak menyerah begitu saja setelah mendapat penolakan yang pertama dari Ivan. Berani sekali pria itu tidak menghubunginya? Padahal, ia telah memberikan kartu nama. Namun mendapati jika pria tampan yang jago bela diri itu menikah dengan seorang CEO perusahaan besar membuatnya benar-bena

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-11
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 62

    "Jangan mimpi kita akan melakukannya malam ini!" seru Susan sengit seraya menjauh dari Ivan. Dengan mendengus, Susan menatap Ivan tajam dan melanjutkan bicara. "Tidak ada malam pertama! Paham!?" Ivan menghela napas, ia telah menduga jika Susan akan merespon demikian. Namun, ia masih ingin menggoda Susan. "Tapi, kakek mengatakan kepada kita tadi kalau sudah tidak sabar ingin segera mempunyai cicit, Nona." Susan mendelik, "Ya tidak harus dilakukan sekarang. Toh, tadi kakek hanya mengungkapkan kebahagiaan yang tengah dirasakan saja. Setelah ini, juga pasti akan lupa." Ivan memilih tak melanjutkan bahasan mengenai hal tersebut. "Aku tidur di mana, Nona?" Susan tidak mungkin membiarkan dirinya tidur satu ranjang dengannya, bukan? Dengan sinis dan dingin, Susan menunjuk sofa dekat dinding. "Kamu tidur di sofa," "Mana mungkin aku mengijinkanmu tidur di ranjang bersamaku," kata Susan lagi. Mungkin jika ini adalah pernikahan sungguhan, malam ini akan menjadi malam panas penuh gai

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-11
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 63

    Mendapati Susan bersikap demikian, Ivan tersenyum miring. Lalu, ia menarik diri dari hadapan Susan. Berdiri di hadapan wanita itu yang kini masih rebah di atas kasur dengan ekspresi wajah marah sekaligus cemas. "Aku tidak akan memperkosa, Nona. Aku tidak akan berbuat macam-macam pada, Nona. Aku hanya bercanda barusan." Seketika Susan mendelik, gelagapan untuk beberapa saat. Ivan hanya bercanda? Tersenyum geli, Ivan lanjut bicara, "Aku tidak akan melakukannya, apalagi dengan cara pemaksaan, kecuali Nona yang menginginkannya." Sontak saja, Susan langsung melemparkan tatapan mematikan ke arah Ivan. Sambil beranjak bangun, Susan menunjuk muka Ivan, "Jangan harap aku mau melakukannya bersamamu lagi, Ivan kecuali—" "Kecuali kalau keadaan mendesak untuk kita melakukannya, bukan?" potong Ivan mendadak. Susan merespon sinis sambil melipat tangan di depan dada. "Kalau pun iya, aku akan mencoba mengulur waktu, mencari alasan, sehingga hal tersebut tidak akan terjadi." Di ti

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-13
  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 64

    Seminggu telah berlalu, kini saatnya Susan dan Ivan kembali beraktivitas seperti biasa. Selama cuti itu, keduanya malah sibuk dengan urusan masing-masing. Terlihat mesra kalau sedang ada pembantu, sopir, pengawal di apartemen saja. Juga kalau sedang ada anggota keluarga. Selebihnya, Susan perang dingin dengan Ivan. Kerap terjadi hal-hal yang mengesalkan bagi Susan. Ia sering marah-marah kepada Ivan sebab Ivan terus menggoda dirinya. Pun sebenarnya keduanya sama-sama memendam hasrat. Namun Susan tak mau goyah, tetap pada rencananya. Ivan sendiri tidak akan memaksa kecuali Susan menginginkannya, juga jika ada hal yang membuat keduanya terpaksa melakukan hubungan suami istri, sesuai yang tertulis di surat perjanjian. Dan hal yang ditakutkan Susan akhirnya terjadi juga saat sang kakek menyinggung tentang bulan madu. Susan beralasan jika sedang ada banyak pekerjaan di kantor dan ia harus segera bekerja kembali. Namun Susan berjanji jika pekerjaanya sudah selesai, memiliki wakt

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-13

Bab terbaru

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 235

    Rahardian kembali mendesak Doni dan Samuel untuk memberitahu keberadaan Natasha sekaligus menyerahkan padanya. Sebab, keduanya yang menginginkan Rahardian semakin tersulut amarah, akhirnya mereka berdua memberitahu bahwa Natasha sudah dibawa pergi tuan muda Charles ke negara Lordia. Hal tersebut tentu saja membuat Rahardian murka sejadi-jadinya! Akan tetapi, saat Rahardian hendak menghajar keduanya lagi, Ivan buru-buru menahannya. "Natasha sudah bersama Renata dan Basuki, kek. Mereka berhasil merebut Natasha dari Charles dan menggagalkan Charles membawa Natasha ke negara Lordia," bisik Ivan. Sontak saja, Rahardian tertegun. Mencerna perkataan Ivan dalam sepersekian detik, lalu langsung menghembuskan napas lega, "Be-benar kah, Van? Astaga, puji tuhan ... " Menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar, Ivan lanjut berkata, "Oleh sebab itu, sebaiknya kakek bersikap tenang karena kita telah mendapatkan Natasha. Kita selangkah ada di depan daripada dua manusia lak

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 234

    "Kalian tidak takut padaku? Aku bisa membuat karir kalian berakhir, bisnis kalian hancur dan kehilangan semuanya dalam sekejab!" tiba-tiba, Graha berujar sambil melangkah menghampiri teman baiknya dan berdiri di sebelahnya. Kini mereka berdua kompak menatap tajam Doni dan Samuel. Perkataan Graha barusan membuat mereka berdua beralih menatap kepala keluarga terkaya di negara Ferania itu. Detik berikutnya, keduanya saling pandang sebelum kemudian seringaian tampak menghiasi bibir masing-masing. Lalu, mereka berdua kembali menatap Graha. "Saya tahu. Tuan Graha pasti akan melakukan hal itu pada kami berdua. Tapi saat ini, kami tidak mengkhawatirkan apa pun, tuan Graha!" jawab Doni dengan rahang mengeras sambil menggeleng sinis. Graha termangu! Graha yang kesal pun menggertakan gigi. Di saat yang sama, tangannya mengepal. Mereka berdua pikir, ia tidak tahu apa-apa? Demikian, Doni dan Samuel bersikap santai seperti itu sebab mendapat perlindungan dari Charles. Keluarga Fairuz t

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 233

    Belum sempat Doni membalas, Rahardian sudah lanjut berkata, "Dan bagaimana mungkin Robin mau menurut padamu?! Kau itu menyentuh sesuatu yang ilegal dan seharusnya kau juga tahu bahwa Robin punya prinsip, tidak akan pernah menyentuh bisnis itu! Tapi, apa yang malah kau lakukan, hah?!" "Wajar jika dia berubah! Dan jangan pernah bicara lagi, seolah-olah Robin lah yang memulai semua ini! Ingat, itu karena keegoisan dan keiridengkianmu sendiri!" Mendengar itu, Doni tergelak. Lalu, pandangannya mengedar ke sekeliling. Kalimat kakek Rahardian itu... Melihat respon Doni seperti itu, Rahardian semakin geram, "Kau benar-benar tidak punya hati, Don! Disaat Robin dan istrinya meninggal, tapi kau tetap tidak mau mengembalikan Natasha pada kami dan tetap membiarkannya berpisah dengan kami selama hampir 18 tahun!" Seketika wajah Doni berubah. Begitu pula dengan Samuel. Senyum di bibir keduanya mendadak pudar. Namun, mereka berdua buru-buru bersikap santai, sebab begitu tidak khawatir soal k

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 232

    "Bajingan kau, Doni! Biadab kau! Kau, adalah manusia paling jahat yang pernah aku kenal! Aku, sungguh menyesal membiarkan Robin berteman denganmu. Tega sekali kau melakukan hal ini kepada sahabatmu, hah?! Kau, telah mengkhianati sahabatmu sendiri, Don!" seru Rahardian berapi-api sambil jarinya menunjuk-nunjuk. "Ternyata, sikap baikmu selama ini kepada keluarga kami itu, hanya lah kedok belaka untuk menutupi kebusukanmu! Kejahatanmu!" Usai berkata, Rahardian beralih melemparkan tatapan mematikan ke arah Samuel yang kini berdiri di samping Doni. Seraya menunjuk muka partner Doni tersebut, Rahardian lanjut berkata, "Dan, anda Irjen Samuel! Anda juga sama biadabnya! Dasar polisi korup! Apa jadinya jika atasan dan rekan-rekanmu tahu apa yang anda perbuat?! Terutama membantu Doni dalam setiap rencananya untuk menghancurkan keluarga kami!" "Orang seperti anda, Irjen Samuel. Sama sekali tidak pantas disebut polisi! Yang seharusnya mengayomi masyarakat, tapi, malah menusuk!" seru Rahardia

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 231

    Pertempuran terhenti sejenak. Melihat pasukan keluarga Fairuz bergabung dalam pertempuran, pasukan Doni dan Samuel berteriak garang. Semangat mereka pun kembali membara, menjadi sangat siap menghadapi para penyerang. Lalu, semua pasukan gabungan itu kompak menatap pasukan keluarga Graha dengan senyum sinis sekaligus merendahkan. "Mereka bukan tukang pukul sembarangan, tuan besar," bisik Letnan. Mendengar itu, Graha mendengus. Di saat yang sama, tangannya mengepal kuat. Tanpa menoleh ke arah Letnan yang tengah mengajaknya bicara, Graha berujar, "Jelas, karena mereka adalah pasukan keluarga Fairuz!" Seraya menelan ludah, Letnan itu lanjut berkata, "Kita harus tetap berhati-hati, tuan besar. Mereka tidak bisa kita anggap remeh!" "Kita buktikan kepada mereka bahwa kekuatan pasukan keluarga kita jauh lebih unggul! Mereka, tidak akan pernah bisa menyamai keluarga Graha, tidak akan pernah!" ucap Graha tegas sambil menatap tajam semua orang yang ada di depannya secara bergantian.

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 230

    Graha membentuk dua tim. Tim satu dipimpin dirinya. Rahardian ikut dengannya. Sedangkan tim dua dipimpin oleh Ivan. Tim satu berangkat dengan menggunakan mobil, yang menyerang dari depan markas dan tim dua berangkat menggunakan helikopter yang nantinya akan mendarat di rooftop markas, menyerang dari atas. Kebetulan, markas Doni memiliki helipad di atasnya. Begitu ke empat helikopter itu hendak mendarat, pasukan pihak lawan yang bertugas menyerang di rooftop telah mengangkat senjatanya dalam posisi tembak. Mereka sudah berada di situ beberapa menit yang lalu, menunggu kedatangan helikopter-helikopter itu. Begitu pula dengan Ivan dan pasukannya, yang juga segera bersiap dalam posisi yang sama. Helikopter-helikopter itu kini mulai turun bersamaan. Persis saat kaki-kaki helikopter menyentuh lapangan, salah satu anggota pasukan Doni dan Samuel langsung berteriak nyaring. "Serbu!!!" Seketika mereka berlompatan, keluar dari persembunyian, mulai melepas tembakan. Trr tat tat! Tr

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 229

    Mendapatkan pertanyaan itu, Doni tertawa renyah, "Yang pasti, dari keluarga yang kekayaan, kekuatan dan kekuasaanya setara dengan keluarga Graha!" Namun, Ivan tidak berniat membahas hal itu lebih lanjut. "Baik lah. Coba kita lihat nanti. Apakah bantuan dari keluarga yang katamu, kekayaan, kekuatan dan kekuasaannya setara dengan keluarga kami itu akan bisa menang melawan pasukan keluarga kami atau tidak!" Tawa Doni terhenti, lantas ia mendecih, "Jangan harap kalian bisa menghancurkan markas saya dengan mudah! Walau saya tau kalau belum pernah ada yang bisa mengalahkan pasukan keluarga Graha. Tapi, jangan remehkan pasukan saya kali ini, tuan muda Ivan karena saya akan mengukir sejarah!" Selesai menelfon, Ivan menatap semua orang di hadapannya secara bergantian yang kini tengah balik menatapnya dengan tangan terkepal juga waja-wajah bersemangat. "Kita berangkat sekarang!" *** DOR! DOR! DOR! Di bawah hujan peluru, Charles tampak tergesa menaiki tangga pesawat jet miliknya diik

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 228

    Sementara itu, Basuki dan Renata telah mendapatkan informasi mengenai kedatangan dan penerbangan mendatang putra kedua keluarga Fairuz. Keduanya mengaku kesulitan mengingat Charles berasal dari salah satu keluarga penguasa Asia. Begitu mengetahui bandara yang akan digunakan Charles terbang ke negaranya, Basuki dan Renata langsung bergerak cepat untuk menahannya. Untungnya, kali ini, keduanya bergerak lebih cepat. Charles belum berangkat, sedang dalam perjalanan menuju ke bandara. Hal tersebut membuat mereka berdua berspekulasi jika Sheila yang sebenarnya adalah Natasha ada di tangan putra kedua keluarga Fairuz itu! Dua orang kepercayaan keluarga Graha itu langsung menjelaskan situasi darurat hendak menangkap seseorang kepada pihak bandara. Tinggal menyebutkan nama keluarga Graha saja, maka, urusan beres! Alhasil, semua orang yang ada di bandara segera dievakuasi, lantas ditutup untuk umum. Kini Basuki dan Renata tinggal menunggu kedatangan Charles untuk dibekukan. *** "Hallo

  • Terjebak Bersama Bos Cantik yang Angkuh   Bab 227

    "Kumpulkan target utama kalian di satu tempat. Setelah itu, aku akan langsung mengirimkan bom kepada mereka," jawab pria itu dengan seringaian lebar di bibirnya sambil menyesap vodka di tangannya. Membusungkan dada, perakit bom itu lanjut berkata, "Aku membutuhkan ruangan khusus, bisa rumah atau pun apartemen. Bebas. Tapi, pastikan tidak mencolok!" Mendengar itu, Doni dan Samuel tersenyum. Kemudian, saling pandang, lantas wajah keduanya seketika berbinar-binar. Doni kembali menatap pria di depannya dengan hati senang, "Soal itu, anda tidak perlu khawatir. Kami akan segera menyediakannya. Yang penting, target kami mati!" "Itu mudah sekali kulakukan, asal tidak ada yang menganggu!" ucap utusan Charles itu dengan dingin. Lalu, ia menghempaskan punggung ke sandaran kursi kembali dan menatap keduanya secara bergantian. "Setelah target utama kalian sudah berkumpul di satu tempat, segera kabari aku dan aku akan langsung mengirimkan bom-bom itu!" Mendengar penjelasan perakit bom te

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status