Share

Bab 8

"Ada yang aneh dengan penampilanku?" tanyanya.

"Nggak aneh 'sih, Mas. Tapi ya jangan pakai kaos dalam saja dong!"

"Halah, ribet amat. Ayo cepat. Mas sudah lapar."

Dia menarik tanganku.

"Mas Darius, kenapa kamu nggak pernah serius 'sih"

"Kenapa lagi, Mila?

"Katanya makan di luar, tapi ini_?"

"Ya iya, di luar. Ini Mas sudah pesan nasi goreng abang yang lewat."

"Mas! Aku sudah capek dandan, ganti baju bagus. Taunya cuma makan di emperan. Ini namanya bukan makan di luar Mas. Tapi, makan di halaman rumah. Ih, sebel."

Aku pun merajuk dan masuk ke dalam rumah lagi. Melempar sepatu yang tadi ku kenakan. Menghapus make up yang sudah paripurna. Kemudian mengganti bajuku dengan piyama.

"Tau gini aku nggak bakal dandan. Mas Darius , kenapa kamu jahat banget padaku?" batinku. Aku mulai menangis di kamar. Kali ini aku tidak mengharap dia membujukku. Aku benar-benar marah padanya.

"Mila, ayo makan dulu. Keburu dingin nasi gorengnya. Nanti nggak enak." Panggil suamiku dari luar.

"Makan saja sendiri
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status