Share

Bab 30. Pengakuan Mas Diky

last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-07 07:05:56

*****

Kerap kali pasangan sengaja memendam suatu rahasia, demi menjaga hubungan. Dengan alasan khawatir menambah beban pikiran pasangan. Padahal, hal itu  justru dapat memicu keretakan yang membuka peluang masuknya orang ketiga. Sesungguhnya, keterbukaan pada pasangan, adalah kunci kelanggengan.

==========

Suasana terasa sangat sepi. Waktu menunjukkan sudah hampir pukul sepuluh malam. Kuhenyakkan tubuh di depan meja rias, gamis dan jilbab instan yang biasa kukenakan kini telah kulepas, berganti dengan baju tidur berwarna pink lembut. Kupatut pantulan wajah di cermin. Wajahku terlihat lebih terang, mungkin pengaruh warna baju tidur  yang melekat di tubuh. Mungkin juga karena pengaruh hitam legamnya rambut panjang  milikku.

Aku cantik, sangat cantik. Huh! Kenapa aku  jadi kepedean begini? Apakah karena pengaruh suasana hati yang sedang tak karuan, mem

Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 31. Kutukar Perangkap Rara

    ******“Sayang, kamu di mana? Cepat, dong! Rara sudah menghubungi aku dari tadi, nih? Dia minta dijemput di kampusnya.” Suara Mas Diky terdengar panik. Ini adalah hari kedua dia memenuhi janjinya makan malam bareng adik tiriku, Rara.“Bentar, ya,Mas. Aku antar Ibu pulang dulu. Kalau memang kamu udah keluar kantor, kamu jemput aja dia ke kampus! Kita ketemu di restoran aja,” usulku sambil menggandeng tangan Ibu keluar dari ruangan Dokter Robin, Psikiater yang merawat Ibu.“Aduh, gawat, dong! Aku takut, ah! Nanti kalau Rara ngelendot-lendot lagi, gimana. Parfumnya nempel lagi di seragam aku.”“Aku percaya padamu, Mas. Habis gimana, dong? Aku harus ngantar Ibu dulu, lagian kasihan nenek sendirian di rumah. Atau gini, kamu tunggu di simpang kampusnya aja, aku langsung nyusul setelah ngantar Ibu!”“Ok, kalau gitu aku setuju. Hati-hati, ya! Ibu su

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-08
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 32.  Hampir Kena Sasaran

    *****POV RaraMalam ini, aku harus bisa menaklukkan suami Kak Mala. Kesempatan ini harus kugunakan dengan sebaik-baiknya. Terakhir ini amat sulit mecari kesempatan untuk berduaan dengan lelaki tampan ini. Sejak mereka keluar dari rumah, aku tak bisa lagi menemuinya. Malam ini, tak akan sia-sia.Dengan ancaman akan menuntut istrinya, Mas Diky yang lugu mau menuruti keinginanku. Aku tahu dia melakukan ini bukan hanya karena takut istrinya terlibat masalah, tapi lebih karena dia tak ingin aku membuat keributan di kantornya. Pasti dia akan malu bila rahasia keluarga istrinya tercium oleh orang-orang kantor.Kesempatan emas buatku. Aka kuhancurkan kebahagiaan si Mala itu dengan caraku. Allah selalu memberinya keistimewaan. Selalu mendapatkan yang lebih dari aku. Padahal dia hanya anak tiri Mama. Kenapa nasipnya selalu lebih beruntung dari aku? Aku enggak mau pokokny

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-09
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 33. Senjata Makan Tuan

    *****“Enggak singgah dulu, Mas?” tanyaku sembari turun dari boncengan.“Enggak usah,” jawab Mas Diky singkat. Lelaki tampan itu masih saja merengut.“Jangan lupa besok, ya! Ingat, perjanjian kita seminggu, lho!” ucapku mengulas senyum.“Iya, tapi jangan di restoran yang seperti tadi. Di restoran biasa aja. Lebih mahal enggak apa!” sungutnya sambil memutar arah motor, langsung tancap gas.Gak ada sopan-sopannya! Ok, hari ini kamu masih bolehlah sok jual mahal kek gitu, Mas Diky … suami kakakku tersayang …. Tapi, liat aja besok. Aku pastikan kau tergila-gila padaku. Seperti dulu Ibunya si Mala yang oon itu, tersingkir dari sisi Papa. Papa lebih memilih mempertahankan Mamaku yang bertubuh bohai, dan pandai memuaskan Papa. Gak peduli gimana cara Mama menaklukkannya. Yang pent

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-10
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 34. Tamparan papa di Wajah Rara

    *****POV MalaRara tertidur dengan meletakkan kepala di atas meja. Gelas kosong terletak di samping kepala yang terkulai itu. Gelas dengan pipet berwarna pink seperti perintahnya. Pipetnya memang benar, tapi gelasnya yang telah tertukar. Maaf Rara, Sayang. Aku harus melindungi suamiku dari perempuan murahan seperti kamu.Yah, mungkin kau berpikir suamiku adalah sasaran empuk, karena keluguannya. Mas Diky memang sangat lugu dalam hal cinta. Dia tak punya pengalaman apa-apa dalam menghadapi penjahat asmara. Tak pernah dipelajarinya bagaimana strategi menghadapi ulat bulu yang suka menempel sambil melata-lata sepertimu. Yang dia pelajari adalah cara membasmi penjahat ketentraman masyarakat. Menjaga keamanan masyarakat, negara dan bangsa.Lelakiku buta dalam hal asmara. Perempuan satu-satunya yang di kenalnya hanya aku. Sejak dia tau apa itu

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-11
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 35. Serangan di Kamar Mandi

    *****Awas kau!” kembali Rara mengancamku sambil mengikuti langkah Papa yang menyeretnya dengan kasar. Kubalas dengan senyum miring.Aneh! Seharusnya dia malu karena ketahuan akal liciknya terhadap Mas Diky. Perempuan itu benar-benar sudah putus urat syaraf. Sama seperti ibunya, udah tahu kelakuan anak bejad, masih saja membela.“Kita juga pulang, Sayang, ayo!” Mas Diky memeluk bahuku.“Ya, urusan kita belum selesai! Kita selesaikan di rumah!” ancamku melepaskan tangannya. Dengan berjalan cepat, aku menuju parkiran, mengeluarkan motor meticku, lalu meluncur pulang.Nenek dan Ibu menyambut di teras. Kedua wanita itu terlihat semringah. Terutama Ibu. Rambut panjangnya di sanggul rapi ke belakang. Beberapa anak rambut itu lepas, menutupi sampai ke batas mata, mirip poni di keningnya.“Subhanallah … Ibu …,” ucapku langsung menghambur memeluknya

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-12
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 36. Rumah Tanggaku Di Ujung Tanduk

    *****Mas Diky menyambar kunci kontak motornya dan jaket kulit yang tergantung di belakang pintu kamar.“Aku berangkat, ya, Sayang!” ucapnya mengecup keningku. Lalu melangkah pergi.“Berhenti!” teriakku tiba-tiba. Mas Diky terkejut, menghentikan langkah dan langsung berbalik menghadapku.“Ai …,” sergahnya masih tak percaya.“Dengar, Mas! Baru malam tadi kita berbaikan. Kita telah berhasil menghadapi masalah yang mendera hubungan kita. Pagi ini, kita akan merayakannya. Kenapa sekarang kau tiba-tiba ingin membatalkannya? Bahkan tanpa berpikir dua kali, kau langsung membuka peluang untuk munculnya masalah berikutnya!”“Apa maksudmu, Sayang?”

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-13
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 37. Suamiku Sayang

    ****Ketukan halus di pintu kamar membuatku tersadar, bahwa ada Ibu dan Nenek yang masih menuggu di luar. Menuggu untuk diajak jalan-jalan, seperti janjiku dan janji sang menantu.“Ibu, masuk!” kataku berusaha mengulas senyum. Kubalikkan wajah pura-pura merapikan sepre kasur, agar berkesempatan menyeka air mata yang sempat tumpah di pipi.“Kenapa Nak Diky pergi dengn terburu-buru, Nduk?” tanyanya meletakkan tubuh di bibir ranjang.“Oh, iya. Tiba-tiba dia dipanggil mendadak oleh ibunya. Sepertinya ada yang penting. Kita jadi, kan jalan-jalannya?” tanyaku membentuk ekspresi riang.“Ibu kok, mendadak males, ya. Maaf, ya, Mala! Ibu mau bertanam sayuran aja di halaman belakang, boleh?”“Maksud Ibu?” tanyaku kaget.“Ibu dan nenek gak biasa jalan-jalan

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-14
  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 38. Papa Mertua dan Mama Ratna  Menghilang

    ****“Mas Diky …! Mas sudah datang?”Aku dan Mas Diky kaget. Kami sangat kenal suara itu. Rara.“Tante! Kenapa Mas Diky disuruh pulang?” teriaknya sambil berlari ke arah Mama mertuaku.Mama Ratna hanya terpaku di depan gerbang. Sebuah keranjang belanjaan ditenteng di tangan kanan. Sepertinya mereka baru kembali dari pasar. Jadi ini sebabnya, aku tak mendengar suara mereka dari tadi. Pantas mertuaku bilang mereka menampungnya, rupanya dijadikan pembantu.“Tante, bukankah Tante menyuruh Mas Diky, datang sendiri? Kenapa ada Kak Mala dan Papa juga?” protesnya menatapku sinis. Kedua mertuaku hanya membisu.Papa melangkah menghampiri aku dan Mas Diky. “Diky, ada yang ingin Om tanya sama kam

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-15

Bab terbaru

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 68. Ekstra part 2 (Tamat)

    ****Kuhirup udara kebebasan dalam-dalam, begitu diri ini berada di luar. Setelah tiga tahun lima bulan terkurung di balik tembok tinggi, terisolasi dari hiruk pikuknya dunia luar, kini aku kembali dipercaya untuk melanjutkan hidup.Aku tahu, masa tahanan ini cukup singkat, dibanding dengan kejahatan yang telah kulakukan. Papa dan Kak Mala, berjuang agar masa tahananku sesingkat mungkin. Padahal, andai seumur hdup di penjara pun, aku ikhlas.Bukan suatu masalah buatku, hidup di dalam penjara. Jujur, aku malah merasa, lebih baik hidup terisolasi di dalam sana dari pada terbuang di luar sini. Yah, aku pasti hidup terbuang di luar ini.Siapa yang peduli padaku, coba? Sapa yang akan mendampingi orang cacat sepertiku? Hanya akan menjadi beban buat orang lain. Bukankah lebih baik hidup di balik jeruji? Entah untuk apa Papa dan Kak Mala berj

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 67.  Ekstra Part 1

    *****POV Rara (Malam sebelum Ratna Tertusuk)“Tidur, Nak! Sudah malam, ayo!” Ibu Niken mendorong kursi rodaku menuju kamar.“Baik, Bu,” sahutku.Tante Lena dan Nenek mengikuti kami, setelah lelah berbincang tentang persiapan pernikahan Bu Niken dengan Papa esok pagi. Tante Lena dan Nenek masuk ke kamar mereka. Sedangkan aku dan BU NIken masuk ke kamar kami sendiri. Sejak aku tinggal di rumah Kak Mala, Bu Nikenlah yang merawatku. Dia sendiri yang menawarkan diri. Kmai sekamar berdua, Nennek dimintanya pindah ke kamar Tante Lena. Alasannya agar mugah melayani segala keperluanku.Sungguh tak kusangka, wanita yang pernah dihancurkan oleh Mama, justru bersikap begitu baik padaku. Saat aku tak berdaya, dia tampil sebagai. Tiada pamrih apa-apa, aku dapat merasakan ketulusan dari setiap tindakannya.Pantas Kak Mal

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 66. Gerimis di Akhir Badai

    *****POV MalaTekad Papa untuk menikahi Ibu kembali sepertinya sudah sangat bulat. Dia memenuhi janjinya pada Ibu dan nenek. Sehari setelah surat cerai untuk Mama Ratna keluar, dia langsung datang ke rumah untuk melamar Ibu. Alhamdulillah, Ibu menerima lamaran Papa.Pernikahan mereka akan diadakan seminggu lagi. Ibu tak ingin ada pesta, cukup pernikahan sederhana saja.Bertolak belakang dengan Papa dan Mama mertua. Mereka justru diambang perceraian. Mama mertua tetap menggugat pisah. Segala bujukan dan jalan damai telah kutempuh. Bekerja sama dengan Kak Rahma, kami berusaha menyatukan mereka kembali, tetapi pintu hati mama mertua sepertinya sudah benar-benar tertutup. Anehnya Mas Diky malah mendukung.“Apapun akan Diky lakukan untuk Mama, asal itu membuat Mama bahagia,” janjinya pada ibunya.“Izinkan mama

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 65. Tobatku Karena Kak Mala

    *****POV RaraPerlahan kesadaranku telah kembali. Yang pertama, ternyata aku masih hidup. Saat ini berada di sebuah rumah sakit, tentu saja aku yakin ini adalah sebuah rumah sakit karena ada jarum inpus yang melekat di pergelangan tangan. Ada selang yang ikut bergerak, jika tangan ini kugerakkan. Sebuah botol berisi cairan tergantung di sebuah tiang besi, diatas tempat tidur. Berbagai selang dan wayar menempel di hidung dan tubuh. Aroma obat bercampur karbol menyerang penciuman, Aroma khas rumah sakit.Ingat bagimana tubuh ini terjatuh menyentuh aspal, langsung terlindas sebuah kendaraan. Kukira sudah berakhir. Kenapa, masih berlanjut? Kenapa derita ini masih berlanjut, bahkan efisode berikutnya lebih getir. Skenario yang telah disiapkan oleh Allah, di babak kedua hidup ini, pasti lebih getir. Tentu saja! Wajah-wajah penuh derita telah menyambut kedatanganku. Aku melihat itu.&n

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 64.  Kenapa Kak Mala Melarang Aku Melihat  Kakiku?

    *****POV RaraBenar kata orang, penyesalan itu datangnya selalu terlambat. Seperti halnya yang aku alami saat ini. Entah untuk apa dulu aku meminta preman ini mengobrak-abrik rumah Kak Mala. Usahnya gagal, aekarang malah aku terjebak di sini. Kini, aku harus membayar mahal perbuatan itu.Entah bagaimana caranya agar bisa lolos dari orang sangar ini. Katakutan ini membuatku tak dapat lagi berpikir. Dia akan menjualku kepada laki-laki yang entah siapa, bagaimana tampangnya, bagimana wataknya, dan aku takut. Mama … tolong Rara …. Papa … liat nasip Rara ini Pa!Kak Mala … biasanya kau selalu hadir dan menyelesaikan setiap masalahku. Jangankan masalah yang sulit, masalah yang gampang seklaipun kau sellau hadir untuk menyelesaikannya. Saat akum alas mengerjakan PR sekolah, kau pasti mengerjakannya untukku, saat aku bermasalah dengan teman, kau selal

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 63. Pacar Adikku Memilih Pergi

    *****“Tunggu!”Aku tersentak taget. Alat tulis yang sudah kupegang terlepas dari tangan. Serempak kami menoleh ke arah pintu. Papa dan Ibu berdiri di sana.“Apa yang kau lakukan, Sayang?” Papa mendekat, meneliti gambar di layar, membaca kertas yang hampir saja kutandatangan.“Papa ….” Lirihku menyebut namanya. Wajah Papa memucat, segera mas Diky bangkit, menyeret kursi bekas didudukinya ke belakang Papa. Dengan lunglai, Papa mengjatuhkan tubuh di sana.“Kenapa Ibu membawa Papa ke sini?” tanya Mas Diky berbisik pada Ibu, tapi kami dapat mendengar.“Dia maksa, Nak Diky. Ibu sudah berusaha mencegah,” jawab Ibu membela diri.“Tidak apa-apa, Nak Diky. Papa baik-baik saja,” kata Papa dengan suara lemah.“Papa e

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 62. Rara Melompat Dari Motor, Kenapa?

    *****POV MalaBayangan saat Rara dibawa pergi oleh lelaki sangar itu tak bisa hilang juga. Sungguh aku tak habis pikir, kok mau-maunya si Rara pacaran dengan preman. Apa yang ada laki-laki yang lebih baik lagi?Usahaku membujuk Mama mertua juga sia-sia belaka. Percuma aku merekam percakapan antara Rara dengan Papa mertua di warung bakso tadi. Sedikitpun hati Mama tidak tersentuh. Dia hanya menatap layar dengan wajah membentuk segi delapan. Bibirnya mencibir, lalu mengembalikan ponselku tanpa ekspresi.Sudah tertutup rapat kah pintu hati wanita itu? Kenapa tiada maaf? Setelah pernikahan yang mereka bina selama puluhan tahun, tak bisa kah, dia mengesampingkan ego, demi Anak-anak dan cucu? Begitu sakitkah hatinya? Bukankah Papa mertuaku sudah meminta maaf?Kenapa Ibu bisa memaafkan Papa? Bukankah posisi mereka hampir sama? Sama-sama dihancurkan oleh Rat

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 61. Bang Gandi Menjual Rara

    *****POV RaraNyalang kutatap wajah perempuan yang berdiri di teras sudut warung. Sebenarnya aku sudah melihatnya sedari tadi, tak lama setelah Om Herman masuk ke dalam warung. Syal panjang dan lebar yang digunakannya untuk menutupi wajah dan sebagian tubuh, membuat aku tak mengenalinya. Kukira hanya seorang pelanggan warung bakso. Tanpa kusadari dia merekam semua pembicaraanku dengan Om Herman.Mereka keterlaluan! Sengaja menjebak aku rupanya. Om Herman juga, pura-pura jual mahal! Pura-pura tak perduli lagi pada Mama, rupanya karena takut pada Kak Mala dan Kak Rahma. Pasti mereka datang bersamaan tadi, sengaja untuk mempermalukan.Kak Rahma dan Kak Mala tersenyum puas. Panas rasa hatiku.“Oh, jadi kalian sengaja menjebakku! Om Herman bilang dia datang sendiri, dia sembunyi-sembunyi ke sini, padahal kalian sekongkol! Bangs*t kalian semua!” teriakku meradang. Semua meja yang

  • Ketika Adikku Inginkan Suamiku   Bab 60. Rara Dibawa Preman

    *****Kembali POV MalaSudah tiga hari Mama mertua tinggal di rumahku. Polisi membebaskannya berdasarkan permintaan keluarga korban, yaitu Papa. Ucapan terima kasih tak henti terucap dari mulutnya. Papa yang sudah mulai sering berkunjung untuk menemui Ibu, menanggapinya dengan santai.“Saya khilap, Bang. Gak nyangka banget, si Ratna setega itu. Saya sudah membela dia mati-matian di depan Abang waktu itu, kan? Berbulan-bulan dia dan anaknya itu saya kasih makan secara gratis, kok malah mencuri suami saya,” tuturnya saat baru pulang dari penjara tiga hari lalu.“Iya, Dek Lena, tapi, lain kali, jangan pernah main senjata tajam lagi. Masalah apapun, hadapilah dengan kepala dingin. Seperti halnya sekarang. Cobalah menghadapi Herman dengan kepala dingin!” kata Papa, sepertinya sengaja memancing isi hati Mama mertua.&

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status